HARIANSIMEDANG.COM – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang menggelar Festival Film Desa (FFD) Sumedang 2024.
FFD bekerja sama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung didukung oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sumedang.
Festival ini merupakan ajang kompetisi pembuatan film pendek berskala lokal yang melibatkan masyarakat desa dan sineas lokal untuk mengangkat berbagai tema kehidupan pedesaan.
Dalam penyelenggaraannya, festival ini berhasil menjadi wadah eksplorasi potensi lokal yang ada di Sumedang, sesuai dengan tema yang diusung, ‘Potensi Lokal Upaya Membangun Desa.’
Dikatakan Ketua Pelaksana FFD, Dara Rembulan, FFD ini adalah inisiatif bersama yang bertujuan untuk mengangkat potensi lokal dan budaya desa di Kabupaten Sumedang.
” Melalui film, kita tidak hanya menampilkan keindahan dan kekayaan budaya lokal, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat desa untuk berpartisipasi secara aktif,” ujarnya.
Ketua Program Studi Film ISBI ini menambahkan bahwa festival ini menjadi ajang untuk menonjolkan desa-desa di Sumedang.
Juga sarana untuk memperkenalkan keunikan budaya lokal yang kaya akan nilai seni dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
FFD Sumedang 2024 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat menghasilkan program yang bermanfaat.
Baca Juga:
Pemerintah Indonesia Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Personel TNI Penjaga Perdamaian di Lebanon
daydream Kumpulkan Dana Seri A Sebesar $15 Juta untuk Menciptakan Agen AI Terbaik di Dunia Bagi SEO
” Terutama dalam meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal, sekaligus mendukung pembangunan desa berbasis potensi yang ada,” ujarnya.
Ketua DPC APDESI Kabupaten Sumedang Welly Sanjaya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Sumedang dan ISBI Bandung atas terselenggaranya FFD Sumedang.
Menurut Welly, festival ini sangat efektif dalam mempromosikan potensi desa dan memperkenalkan budaya lokal.
” Kami berharap FFD Sumedang bisa menjadi event tahunan yang rutin. menjadi wadah promosi budaya dan potensi desa,” tutur Welly. ( Tatang Tarmedi ) ***







