SUMEDANG — Pemerintah Kabupaten Sumedang mengambil langkah antisipatif menghadapi fenomena El Niño yang diprediksi berdampak pada sektor pertanian daerah.
Rapat koordinasi (Rakor) digelar di Aula Tampomas Setda pada Selasa (1/4/2026) untuk membahas strategi mitigasi dampak perubahan iklim ini.
Fenomena El Niño menyebabkan perubahan pola curah hujan di Indonesia, memicu musim kemarau lebih panjang dan potensi kekeringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada April hingga Mei 2026.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan dampak El Niño di Sumedang mulai terasa pada Mei dan puncaknya sekitar Agustus.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menekankan pentingnya strategi manajemen air sebagai langkah utama menghadapi potensi kekeringan.
“Mumpung ini masih musim hujan, harus banyak menyimpan air,” ujar Bupati Dony, menginstruksikan agar sisa musim hujan dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan air.
Irigasi yang rusak harus segera diperbaiki, dan bendung difungsikan secara optimal untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian.
Bupati juga meminta percepatan pelaksanaan pembangunan irigasi yang telah dianggarkan dalam APBD.
Baca Juga:
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem Makarim dalam Sidang Replik Kasus Korupsi Chromebook
Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya
Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang
Dony juga meminta camat di seluruh wilayah Sumedang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penguatan ketahanan pangan keluarga.
Program Teras Hejo diminta diaktifkan kembali untuk membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Melalui program ini, masyarakat diajak menanam sayur-sayuran di depan rumah. “Dengan menanam sayur-sayuran di depan rumah, tentu dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” tambah Bupati.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan dampak El Niño terhadap sektor pertanian dan menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat.
Baca Juga:
MAXHUB Bertransformasi dari Peserta Menjadi Pemimpin, Ajukan Dua Standar Internasional IEC yang Baru
SNEC 2026 | EVE Energy Raih Pesanan Lebih dari 67 GWh, Perkuat Posisi di Industri Penyimpanan Energi
Pertahankan Komitmen Akuntabilitas, Kabupaten Majalengka Raih Opini WTP 13 Kali Berturut-turut
Pemda Sumedang berkomitmen untuk terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah strategis.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap masyarakat dapat bersinergi dalam menghadapi fenomena El Niño ini. Dengan kerja sama dan persiapan yang matang, dampak negatif El Niño dapat diminimalisir. ****









