Tradisi ‘ Mawakeun” Saat Idul Fitri Telah Gugur, Tradisi lainnya Pun Berada  di Tebing Kuburan

- Pewarta

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Generasi anak muda nasa kini, mungkin akan mengernyitkan dahi bila mendengar cerita-cerita masa lalu,  di saat Hari Raya Idul Fitri  ada tradisi “mawakeun” artinya mengirim nasi dan lauk pauk kepada keluarga yang jauh.

Hingga di suatu tempat di Kecamatan Sukasari, di saat Hari Raya Idul Fitri, ibu-ibu yang membawa “rantang kantet” berisi nasi dan lauk pauk itu membentuk antayan panjang di jalan desa.

Momen unik itu, kadang suka disebut ” Pawai Rantang ” dan menjadi pemandangan yang indah penuh sukacita. Dimana ibu-ibu saling bersalaman di jalan desa dengan latar pemandangan  pesawahan yang terhampar luas.

Rantang Kantet itu, berisi empat atau bahkan lima rantang yang ditaruh secara bersusun. Isi rantangnya, berisi nasi pulen, daging ayam, bihun, tahu dan kerupuk udang.

Rantang Kantet itu sendiri sekarang nyaris tiada, seiring dengan tradisi “mawakeun” yang hilang ditelan waktu. Masyarakat di pedesaan nyaris tidak terlihat lagi banyak yang bersalaman di jalan – jalan.

Alhasil, tradisi-tradisi yang pernah disebut indah pada jamannya, satu-satu banyak yang telah gugur. Termasuk tradisi “mawakeun” itu dan bersalaman satu sama lain di jalan-jalan.

Tidak hanya di Idul Fitri, tradisi-tradisi di sekolahan pula yang telah lama menjadi satu momen keindahan di masyarakat : seperti samenan, paturay tineung dan lainnya perlahan raib. ( Tatang Tarmedi )

Berita Terkait

Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya
Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang
Menepis Penat di Curug Kacapi: Permata Tersembunyi di Jalur Sumedang-Subang yang Memeluk Kedamaian
Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga
Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang
Proyek Hotmik Jalan Blok Gadog Karanglayung Mangkrak, Warga Pertanyakan Kinerja Kontraktor
Menyingkap Misteri Cadas Pangeran: Jalan ‘Datar’ yang Ternyata Mendaki Tajam
Setelah Tahun Lalu Sekolah-sekolah di Jabar “Sepi” Pungutan, Akhir Tahun Ajaran Ini Kembali Marak

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:18 WIB

Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:30 WIB

Menepis Penat di Curug Kacapi: Permata Tersembunyi di Jalur Sumedang-Subang yang Memeluk Kedamaian

Senin, 8 Juni 2026 - 10:19 WIB

Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:41 WIB

Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang

Berita Terbaru