HARIANSUMEDANG.COM – Pasien penderita asam urat seringkali menjadi catatan kunjungan cukup banyak di beberapa klinik, termasuk di Klinik Asyfaa Mariuk Kecamatan Tanjungsari.
Menurut dr. A. Gery Rifai, dokter tetap di Klinik Asyfaa Mariuk, ada beberapa pasien asam urat, dari mulai yang kondisinya ringan, sedang ataupun dengan kondisi parah.
Kondisi ringan, ketika pasien masih. merasakan pegal-pegal di bagian otot dan sakit-sakit kecil di bagian sendi, terutama sendi di sekitar kaki.
Pasien dengan kondisi sedang, kata dokter muda ini, mereka telah masuk kategori gout, kondisi di mana ia telah merasakan sakit yang nenyiksa di bagian sendi, dan bengkak kemerah-merahan.
” Tapi, setelah sembuh, lama tidak terserang, dan bisa kambuh setelah banyak mengkonsumsi makanan mengandung purin, ” katanya.
Pasen dalam kondisi parah, frekuensi serangan hampir tiap minggu, bahkan tiap hari. Gout yang mereka derita, telah merusak bentuk sendi di tangan dan di kaki, bahkan telah tumbuh benjolan-benjolan.
Dikatakan dr. Gery, pada serangan pertama gout, kadang pasien tidak menyadari ia terserang gout, adakalanya ia pergi ke tukang urut, karena disangkanya terkilir.
dr.Gery mengungkapkan, bahwa mengobati gout yang parah, harus hati-hati mengkonsumsi obat anti nyeri agar tidak berdampak pada organ pencernaan.
Terutama, sebelum minum obat, harus makan terlebih dahulu. Serta, perlu minum obat tertentu untuk terapi jangka panjang.
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
” Jadi, pasien harus rutin pergi ke klinik, berkonsultasi di seputar perkembangan penyakit. Sebab, penyakit gout ini tidak bisa langsung sembuh, perlu penanganan yang bijak dan tertib, ” pungkasnya.
( Tatang Tarmedi ) ***








