HARIANSUMEDANG.COM — Perpustakaan sekolah bisa menyelamatkan anak didik dari keterpurukan kemampuan berliterasi, artinya harus menjadi komitmen dari sekolah untuk menghadirkan perpustakaan sebagai rumah bagi anak didik dalam berliterasi.
Namun, peran perpustakaan tadi sama sekali tidak didapatkan siswa-siswa di SMP Negeri Surian. Pasalnya, gedung perpustakaan satu-satunya di sekolah yang berada di perbatasan dengan Subang dan Indramayu ini kondisinya hancur.
Dilatakan Kepsek SMP Negeri Surian, Asep Sarja kepada Harian Sumedang, Senin 09/09/2024, hampir sepuluh tahun gedung perpustakaan tadi tidak pernah diperhatikan hingga ambruk. Sebagai pengganti, rumah dinas kepala sekolah digunakan perpustakaan, ‘ Saya tidur pakai tikar di bawah, ” ungkapnya.
Kepsek Asep Sarja sangat menyayangkan tentang kondisi perpustakaan SMP Negeri Surian. Ia menyayangkan di tengah rusaknya jalan Surian, anak-anak pun dihadapkan pada tidak adanya sarana untuk berleterasi.
Untung, katanya, tiap beberapa bulan sekali suka muncul perpustakaan keliling, kerinduan anak-anak untuk berliterasi bisa sedikit terobati dengan adanya perpustakaan keliling.
Asep Sarja merasakan sendiri bagaimana ia yang asli Darmaraja menghadapi kesengsaraan sebagai dampak penggenangan Jatigede jangan sampai katanya anak-anak Surian merasakan hal sama sebagai dampak bendungan Sadawarna.
Ia ingin siswa – siswa SMP Negeri Surian jangan kalah dengan SMP yang ada di kota. Alhamdulillah, katanya, prestasi anak-anak SMP Negeri Surian terutama di bidang Volli dan sepakbola boleh diaebut unggulan yang disegani. (Tatang Tarmedi) ***







