Sling Crane Putus, Pekerja PG Rendeng Tewas Tertimpa Papan Pengangkat Tebu Seberat 80 Kilogram

- Pewarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption Foto: Lokasi kejadian tempat jatuhnya papan kanal pengangkat tebu akibat putusnya tali sling pada crane di lingkungan Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus, dipasangi police line. Seorang pekerja musiman tewas tertimpa papan seberat 80 kilogram tersebut. (Foto: Muhammad Thoriq/senang-senang.id)

Caption Foto: Lokasi kejadian tempat jatuhnya papan kanal pengangkat tebu akibat putusnya tali sling pada crane di lingkungan Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus, dipasangi police line. Seorang pekerja musiman tewas tertimpa papan seberat 80 kilogram tersebut. (Foto: Muhammad Thoriq/senang-senang.id)

HARIAN SUMEDANG – Tragedi kecelakaan kerja terjadi di Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8/2026) dini hari. Seorang pekerja musiman dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa papan kanal pengangkat tebu yang terlepas akibat sling crane putus.

Korban teridentifikasi bernama Irwan Agus Siswanto (49), warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sehari-hari, korban bertugas sebagai operator loko pengangkut tebu selama musim giling berlangsung.

Berdasarkan informasi di lapangan, insiden naas tersebut terjadi sekitar pukul 03.50 WIB di area parkir dan pembongkaran truk pengangkut tebu di lingkungan PG Rendeng.

Wakil Manajer Teknik PG Rendeng, Yuke Adetya, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi secara mendadak saat peranti crane berkapasitas 7 hingga 8 ton itu berada dalam kondisi kosong atau tidak sedang mengangkat beban tebu.

“Jam 03.50 WIB pagi ada kejadian tersebut dan saya juga tidak menyangka. Posisi alat sedang kembali mau mengangkat tebu, kosong, tidak ada bebannya,” ujar Yuke saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika kawat baja (sling) berdiameter 19 milimeter pada sistem pengangkat crane mendadak putus. Putusnya tali baja tersebut menyebabkan papan kanal pengangkat tebu—berbobot sekitar 80 kilogram dengan panjang satu meter—terlepas dan jatuh dari ketinggian tiga hingga empat meter.

Papan berat itu sempat menghantam tepi bak truk di bawahnya sebelum akhirnya memantul ke arah luar dan mengenai tubuh korban yang saat itu tengah melintas di samping kendaraan.

“Sling putus, papan menabrak bak truk sedikit, lalu bukannya masuk ke bak, malah terpental ke luar,” jelas Yuke.

Ia menambahkan, area di bawah pergerakan crane seharusnya steril dari lalu lalang pekerja untuk menghindari risiko kegagalan teknis. Meski korban mengenakan helm pelindung kerja, benturan keras dari papan seberat 80 kilogram tersebut fatal.

Yuke menegaskan bahwa seluruh kelayakan armada dan mesin crane di PG Rendeng sebenarnya telah melewati uji berkala secara rutin bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Tengah sebelum musim giling dimulai.

“Kami setiap tahun ada dokumennya, kami periksakan di Disnaker dan seluruh komponen pada crane ada surat keterangannya,” tegasnya.

Penanganan Kepolisian dan Penghentian Operasional

Sebagai langkah antisipasi dan menghormati proses hukum, pihak PG Rendeng menghentikan sementara operasional alat crane di lokasi kejadian. Dari empat meja giling yang ada, pabrik saat ini hanya mengoperasikan tiga meja.

Sementara itu, Kapolsek Kudus AKP Subkhan membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa tersebut. Area tempat kejadian perkara (TKP) kini telah dipasangi garis polisi (police line).

“Lokasi kejadian sudah dipasang police line. Penanganan kasus ini ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Kudus dan Tim Inafis,” kata AKP Subkhan.

Sebagai informasi, PG Rendeng telah memulai operasional musim giling tahun 2026 sejak awal Mei dan dijadwalkan berlangsung hingga Oktober mendatang, dengan kapasitas olah mencapai 3.000 ton tebu per hari. ****

Editor : Tatang Tarmedi

Berita Terkait

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta
PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional
DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI
IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Tsunami Dikeluarkan, 2 Meninggal di Sikka
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Papua Hadapi Tantangan, Hasil Laut Diminta Boleh Masuk Menu

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:50 WIB

Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:50 WIB

PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:17 WIB

DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI

Berita Terbaru

Nasional

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 - 17:47 WIB

Info Sumedang

Rapat Koordinasi Forkopimda Sumedang Menyoroti Penanganan Karhutla

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:36 WIB