Jepang Vs Indonesia :Tim Layak Juara Dunia Lawan Tim yang Berjuang Masuk Piala Dunia

- Pewarta

Sabtu, 7 Juni 2025 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bola.com

Foto : Bola.com

EDITORIAL – Laga Jepang lawan Indonesia pada pertandingan terakhir  Grup C yang akan digelar  di Suita City Football Stadium, Osaka, Selasa (10/6/2025). menjadi laga berat bagi Tim Indonesia.

Bagi Jepang, laga itu tidak akan mempengaruhi hasil akhir, karena sebagai pemuncak klasemen Grup C, menang atau kalah tetap lolos ke AS, Kanada dan Meksiko.

Begitu pula bagi Indonesia, kalah atau menang, tetap hanya mendapatkan tiket masuk ke ronde 4 kemungkinan bersama UEA, Saudi Arabia, Oman, Qatar Pakestina dan Irak.

Bagi Indonesia, jelas laga itu sebagai laga terberat, mengingat Jepang bukan lagi sebagai tim yang layak masuk putaran final Piala Dunia, namun mereka pun telah layak juara Piala Dunia.

Tim samurai telah tujuh kali masuk Piala Dunia FIFA, tahun 1998 di Perancis, 2002 di Jepang-Korsel, 2006 di Jerman, 2010 di Afrika Selatan, 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, dan 2022 di Qatar.

Bahkan, Jepang beberapa kali tembus hingga  16 besar pada Piala Dunia 2002, 2010, 2018, dan 2022.

Sementara Indonesia, selama ini masih berjuang untuk menjadi tim yang layak masuk putaran final Piala Dunia. Secara hitung-hitungan kasarnya begitu, meskipun di lapangan bisa terjadi lain.

Beratnya lagi bagi Indonesia, Jepang akan menunjukan level yang sesungguhnya lawan Indonesia, mengingat kekalahan tipisnya lawan Australia di Perth Stadium, Kamis (5/6/2025), 

Wataru Endo, Zion Suzuki, dan Takefusa Kubo mungkin akan diturunkan lawan Indonesia, karena mereka tak ingin mengulang kekalahannya lagi, apalagi di kandang sendiri, apalagi lawan Indonesia yang dalam klasemen di Grup C berada di urutan 4.

Namun, dibalik itu semua, lawan Jepang harus jadi ukuran bagi Indonesia, ketika bisa lolos di Ronde 4 nanti, Indonesia bakal berhadapan dengan tim-tim super tangguh seperti Jepang.

Pelatih Hajime Moriyasu, arsitek utama kesuksesan Jepang.  Ia mengandalkan filosofi permainan modern yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat.

Sebuah prestasi besar bagi kepelatihan. Patrick Kluivert bila saja Indonesia bisa menang lawan Jepang yang sedang berada dalam motivasi tinggi untuk menang.

Menurut Football Ranking, bila Indonesia menang lawan Jepang  akan menambah poin menjadi +21.58. hingga Indonesia memiliki total 1179.3 poin. Serta akan bertengger di posisi 110 ranking FIFA.

Namun, sebuah prestasi meyakinkan pula, bila Indonesia bisa menahan imbang. Dan sebuah prestasi bagus bila bisa menahan untuk tidak kalah besar.

Jepang menjadi tim tangguh di level asia karena dihuni individu-individu pemainnya yang tangguh. Ketangguhan individu adalah ketangguhan tim.

Ada enam pemain yang tampil di Liga Champions Eropa diantaranya adalah Wataru Endo (Liverpool), Hidemasa Morita (Sporting Lisbon), Reo Hatate (Celtic), Kyogo Furuhashi dan Daizen Maeda (Celtic), serta Takumi Minamino (AS Monaco).

Ketangguhan pemain adalah kebersatuan antara ketangguhan skil dan ketangguhan dalam kecerdasan berpikir dan menentukan sikap secara cepat.

Maka itu semua tugas pelatih, untuk bisa menakar pemain-pemain mana yang memiliki kriteria tadi. Lawan Jepang menjadi modal evaluasi untuk berlaga di Ronde 4 nanti.

Satu catatan penulis, ketika lawan China beberapa hari lalu, di babak pertama Indonesia main cantik dengan dari kaki ke kaki, mengingatkan kita ke permainan Barcelona.

Namun, di babak 2, permainan dari kaki ke kaki yang mencerminkan kerja kolektif seperti di babak pertama seperti sirna, bahkan lebih terkesan individual.

Barangkali ini hanya sebagai sorotan penulis saja yang bisa saja sebagai setitik debu evaluasi yang bisa mengundang evaluasi yang lebih besar demi kemajuan sepak bola Indonesia.

( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Sumedang Utara Raih Gelar Juara Piala Dony Yoshua U-21 2026 dan Bawa Pulang Rp50 Juta
Dari Hero Manila ke “Demam Panggung”: Kapan Peralta Kembali ke Performa Aslinya?
Analisis El Clasico Persija VS Persib Beban Mental dan Keputusan Taktis Jadi Bumerang  bagi Persib
Larangan Suporter Tamu: Merawat Ketakutan atau Mendidik Kedewasaan?
Dua Bintang Kembar dari SMPN 1 Jatinangor: Mengukir Prestasi di Bidang Renang, Menatap Asa Nasional 
Mengejar Asa di Lapangan Hijau: Misi Skuad Muda Persima Majalengka Menembus Segi Empat Terbaik Jawa Barat
Sensasi Nobar ‘Mewah’ Berudara Segar: Garasi Persib Baginda Sumedang Siap Sambut Wa Haji Umuh
Alya Putri Nur Batrisya, Atlet Muda SMPN 1 Jatinangor Sabet Juara 1 Kejurda Aquathlon Jawa Barat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Sumedang Utara Raih Gelar Juara Piala Dony Yoshua U-21 2026 dan Bawa Pulang Rp50 Juta

Selasa, 22 September 2026 - 05:54 WIB

Dari Hero Manila ke “Demam Panggung”: Kapan Peralta Kembali ke Performa Aslinya?

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WIB

Analisis El Clasico Persija VS Persib Beban Mental dan Keputusan Taktis Jadi Bumerang  bagi Persib

Minggu, 6 September 2026 - 13:52 WIB

Larangan Suporter Tamu: Merawat Ketakutan atau Mendidik Kedewasaan?

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Dua Bintang Kembar dari SMPN 1 Jatinangor: Mengukir Prestasi di Bidang Renang, Menatap Asa Nasional 

Berita Terbaru

Info Sumedang

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Okt 2026 - 16:34 WIB