HARIANSUMEDANG.COM – Mengenang masa lalu, saat kehidupan berjalan penuh warna-warni membawa pada kenangan hangat dan mendalam.
Hal inilah mungkin yang dirasakan Dedeng Saefurohman, Kades Cilayung Kecamatan Jatinangor saat ia bertutur tentang masa lalunya, Sabtu (13/07/24).
Dedeng mengaku ia bukan lahir dari keluarga mapan, hingga ia pada awalnya hanya mampu mengenyam pendidikan hingga SMP saja.
Karena pergaulan Dedeng selepas SD sering di jalanan, termasuk di terminal, orang tua merasa khawatir dan mengirimnya ke pesantren.
Beberapa pesantren di Cililin Bandung pernah ia singgahi, termasuk di Karanganyar, Citiis dan Pasirmeong. Di Cililin itulah ia bisa menamatkan jenjang SMP-nya.
Hanya, karena orangtuanya terhambat pembiayaan, Dedeng tidak bisa menamatkan SMA-nya, ” Mau ujian akhir, saya keluar dari SMA, ” tuturnya.
Setelah itu, Dedeng mengaku menjalani hidup yang serba sulit. Ia menjadi kuli bangunan, pernah pula berdagang kerajinan, pakaian, lap, pisau ke pasar – pasar di Jawa Barat.
Meskipun jalani hidup serba sulit, ia mampu menapkahi keluarga dan mempesantrenkan anak-anaknya.
Sembari menjalani roda kehidupan, Dedeng dari remaja senang berorganisasi, hingga ia pernah jadi Ketua LPM, PPK, PPS, dan ditarik jadi P3N / Kaur Kesra Desa Cilayung.
Baca Juga:
Pembekalan Materi Self Leadership bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi di Sumedang
Bupati Dony Lantik Pengurus Forum OSIS Sumedang 2026–2027, Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Berkarakter
Menatap Porprov 2026, Musorkablub KONI Majalengka Fokus Pembenahan Organisasi dan Pembinaan Atlet
Untuk mengejar pendidikannya yang terputus, ia jalani Kejar Paket C dan lulus setara SMA, kemudian kuliah di perguruan tinggi Al Jawami di Cileunyi hingga raih gelar Sarjana Pendidikan Islam.
Karena kepercayaan dari masyarakat akhirnya ia terpilih jadi Kepala Desa Cilayung dan pernah masuk nominasi untuk jadi Ketua Apdesi Kabupaten Sumedang. (Tatang Tarmedi) ***







