Larangan Suporter Tamu: Merawat Ketakutan atau Mendidik Kedewasaan?

- Pewarta

Minggu, 6 September 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EDITORIAL — Dunia olahraga, termasuk sepak bola, idealnya selalu riuh dengan sorak sorai dari pendukung tuan rumah dan pendukung tim tamu.

Namun, regulasi yang terus-menerus melarang kehadiran suporter tim tamu sejatinya sedang mengikis roh kompetisi itu sendiri.

Kebijakan ini bak jalan pintas yang membungkus ketakutan dengan dalih keamanan, alih-alih menyelesaikan akar persoalan.

Kedewasaan suporter tidak akan pernah lahir di ruang isolasi. Karakter dan kultur sepak bola yang sehat hanya bisa ditempa ketika semua pihak terbiasa mengelola rivalitas secara terbuka.

Sampai kapan penikmat sepak bola harus terus dikungkung oleh rasa trauma?

Jika suporter tamu selalu dilarang hadir, maka iklim kedewasaan yang dicita-citakan hanyalah ilusi—sebab ruang untuk belajar saling menghormati justru ditutup rapat.

Langkah ini juga menjadi cermin bagi kesiapan aparat keamanan dan pengambil kebijakan.

Keamanan sejati bukan tercipta dengan meniadakan potensi gesekan melalui larangan total, melainkan dari kemampuan mengelola risiko dan menciptakan iklim pertandingan yang aman bagi siapa saja.

Menjaga ketertiban di tengah hadirnya dua kubu pendukung adalah ujian nyata atas kapasitas pengamanan yang profesional dan modern.

Sepak bola adalah panggung persatuan dan ruang tumbuh bersama. Sudah saatnya semua pemangku kepentingan berani melangkah keluar dari zona nyaman.

Mengembalikan hak suporter tamu untuk mengawal tim kesayangannya bukan sekadar mengembalikan tradisi tribune, melainkan sebuah pertaruhan penting untuk mematangkan kultur olahraga yang aman, bermartabat, dan dewasa. (Tang/

Berita Terkait

Dua Bintang Kembar dari SMPN 1 Jatinangor: Mengukir Prestasi di Bidang Renang, Menatap Asa Nasional 
Mengejar Asa di Lapangan Hijau: Misi Skuad Muda Persima Majalengka Menembus Segi Empat Terbaik Jawa Barat
Sensasi Nobar ‘Mewah’ Berudara Segar: Garasi Persib Baginda Sumedang Siap Sambut Wa Haji Umuh
Alya Putri Nur Batrisya, Atlet Muda SMPN 1 Jatinangor Sabet Juara 1 Kejurda Aquathlon Jawa Barat
Perjalanan Persib Hadapi  Tantangan Jadwal Super League 2026/2027 Ini Belum di Kancah Asia
Nobar Final Persib di Saung Nganteur Kahayang Majalengka: Wadah Solideritas Bobotoh Sekaligus Penggerak UMKM Lokal
Jelang Final Piala Presiden 2026, Boboko Distrik Sumedang Serukan Aksi “Bobotoh Cerdas dan Dewasa”
Sukses Gelar Seri Ke-3, Turnamen Abadi Champion 2026 Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Sepak Bola

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:52 WIB

Larangan Suporter Tamu: Merawat Ketakutan atau Mendidik Kedewasaan?

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Dua Bintang Kembar dari SMPN 1 Jatinangor: Mengukir Prestasi di Bidang Renang, Menatap Asa Nasional 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Mengejar Asa di Lapangan Hijau: Misi Skuad Muda Persima Majalengka Menembus Segi Empat Terbaik Jawa Barat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Sensasi Nobar ‘Mewah’ Berudara Segar: Garasi Persib Baginda Sumedang Siap Sambut Wa Haji Umuh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Alya Putri Nur Batrisya, Atlet Muda SMPN 1 Jatinangor Sabet Juara 1 Kejurda Aquathlon Jawa Barat

Berita Terbaru