HARIANSUMEDANG.COM – Lima kelompok tani di wilayah Kecamatan Tomo mendapat bantuan irigasi perpompaan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian.
Kelompok tani penerima manpaat, yaitu Poktan Cikopo Mekar Desa Bugel dengan Ketua Kelompok Caryadi, Poktan Citele Desa Tolengas Ketua Didi.
Poktan Serepet Desa Darmawangi Ketua Jaja, Poktan Tirtabangkit Ketua Oleh, Poktan Sari Mekar Ketua Dayat Suyatman Sekretaris Ade Bendahara.
Dayat (Suyatma) selaku Ketua Poktan Sari Mekar dan atas nama warga masyarakat di RW Ciselang mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang membidangi sektor bantuan sarana pertanian.
” Telah membantu masyarakat kami memberikan program pompanisasi untuk sama – sama bergerak mensukseskan swasembada pangan, ” katanya.
Dikatakan Dayat, masalah utama yang dihadapi para petani di Ciselang. untuk bersinergi dengan program. swasembada pangan salah satunya ketersediaan air.
Hal itu, imbuhnya, disebabkan tidak adanya salura irigasi teknis yang bersumber dari aliran sungai, walau dilintasi DAS Cimanuk.
” Lokasi pertanian kami ada diatas ketinggian permukaan air sungai tidak kurang dari 5 meter, jadi dengan hadirnya bantuan pompanisasi akan sangat membantu, ” tuturnya.
Daryat menjelaskan sebelum adanya bantuan pompanisasi hanya punya kesempatan 1 kali musim tanan, ” Karena tanam ke duanya masih Dulik( ngadu milik),
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Setelah pompanisasi berjalan, kami punya kesempatan 3 kali tanam bahkan 4 dalam setahun, ” kata Dayar.
Daryat akan mengadakan rapat mengundang semua anggota untuk membahas pemampaatan dan memelihara rumah pompa agar bisa berfungsi dengan baik sesuai harapan masyarakat.
Sementara itu R.Mohamad Hidayatulloh,SP.,MP selaku Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tomo berpesan kepada para petani penerima bantuan agar memanpaatkan bantuan tersebut.
” Kelompok teh kudu anu bener bener butuh lain anu hayang, lamun anu butuh mah ketika rusak dimumule, tapi nu hayang lolobana ngan hayangna wungkul, ketika ruksak teu ngamumule, ” ungkapnya.
Baca Juga:
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
Salah satu kendala yang dihadapi para petani terkait optimalisasi irigasi perpompaan, imbuh Kepala UPTD Pertanian ini, dari. sisi BBM.
” Dinas pertanian sudah mempasilitasi melalui rekomendasi BBB agar para petani tidak kesulitan ketika membeli BBM bersubsidi di SPBU, ” katanya.
Tujuan program bantuan irigasi perpompaan, kata Ka UPTD Tomo, meningkatkan perluasan areal tanam serta Indeks Pertanaman.
Indek Pertanaman, pungkasnya, dari tadinya IP100 menjadi IP 200 atau 300 jadi perlu sinergitas dengan semua steak holder terkait. ( Abdul Haris Nasution ) ***








