Mafia Tanah Diduga Masih Gentayangan Awasi Tukar Guling Lahan – lahan Kas Desa Terdampak Tol Cisumdawu.

- Pewarta

Rabu, 11 Desember 2024 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekarang, Jalan Tol Cisumdawu sudah selesai.Terbongkar serta tertangkapnya para mafia tanah, bukan berarti aman dari tindakan mafia kejahatan tanah. (Ft. Republika.)

Sekarang, Jalan Tol Cisumdawu sudah selesai.Terbongkar serta tertangkapnya para mafia tanah, bukan berarti aman dari tindakan mafia kejahatan tanah. (Ft. Republika.)

HARIANSUMEDANG.COM – Mafia tanah merupakan kejahatan pertanahan yang dilakakukan secara berkelompok untuk menguasai tanah secara tidak sah.

Mereka menjalankan modusnya itu, tentunya dengan cara- cara melanggar hukum yang dilakukan secara terencana, rapi dan sistematis.

Mafia tanah di proyek Jalan Tol Cisundawu ibarat “hantu” , tidak memperlihatkan sebagai “calo tanah” atau sekelompok mafia yang identik dengan dunia kejahatan.

Namun, oknum ini sehari-hari berprofesi sebagai ASN yang diberi tugas oleh Pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan proyek nasional Jalan Tol Cisumdawu.

Namun dalam praktiknya, malah bermain dan berkaloborasi dengan oknum – oknum dari institusi lainnya termasuk pihak swasta.

Mereka akhirnya jadi koloni yang bergerak di bidang kejahatan terkait pengadaan tanah. Mereka berkolusi, membobol uang Negara demi keuntungan pribadi dan kelompok,

Mafia tanah “bergentayangan” di proyek strategis Nasional infrastuktur Jalan ini ( TOL CISUMDAWU – red ) mulai dari kelas “teri” bahkan kelas kakap.

Bukti adanya mafia tanah di proyek pembangunan tol Cisumdawu terjadi di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Dari daerah yang merupakan fase ke 1 ini, Negara dirugikan hingga ratusan miliaran rupiah.

Beberapa bulan kebelakang telah ditapkan lima tersangka korupsi pengadaan tanah pada proyek pembangunan Tol Cisumdawu.

Ke lima tersangka diantaranya kepala Desa di salah satu desa di Kecamatan
Jatinangor yang disangkakan sebagai pelegal dokumen riwayat tanah.

Kemudian, terjadi dugaan adanya permufakatan jahat dalam pengadaan tanah dimaksud berperan selaku Satgas pelaksana pengadaan tanah.

Sementara lainnya, selaku penilai pada Kantor Jasa Penilai Publik ( KJJP ) atau Apresial. Sedangkan lainnya berperan selaku Direktur Utama sebagai pemilik objek pembebasan lahan.

Satu ungkapan mengatakan “kejahatan bukan hanya ada niat pelakunya.Tapi karena ada kesempatan.Sepertinya pepatah ini berlaku buat mereka yang tergelandang jadi tersangka.

Meraka tidak secara langsung sudah membentuk satu perkumpulan yang bergerak dibidang kejahatan pada pengadaan lahan atau tanah untuk proyek Tol Cisumdawu selanjutnya disebut Mafia tanah.

Akibat ulah para mafia tanah yang gentayangan di proyek Tol Cisumdawu, Negara dirugikan ratusan Miliar rupiah

Sekarang, Jalan Tol Cisumdawu sudah selesai.Terbongkar serta tertangkapnya para mafia tanah, bukan berarti aman dari tindakan mafia kejahatan tanah.

Perlu semua waspadai, kemungkinan hantu-hantu mafia tanah yang lain dan bermain diseputaran proses tukar guling lahan milik desa atau TKD dari Pase 1 sampai Pase 6 yang belum terselesaikan.

Sebagaimana penulis sebutkan tadi, mereka ( mafia tanah ) ibarat hantu – hantu yang bergentayangan,tidak terlihat wujudnya tapi keberadaannya bisa menggrogoti uang Negara.

Presiden Prabowo sudah berkomitmen untuk membasmi keberadaan mafia mafia tanah. Maka daripada itu mari kita awasi, kita kawal proses tukar guling lahan lahan Tanah Kas Desa ( TKD) yang terkena dampak Proyek Tol Cisumdawu.

Tentunya, dari mulai pembayaran, hingga mekanisme Tuker Gulingnya !! ( Teguh Safari )

Berita Terkait

Ratusan Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Tolengas, Kecamatan Tomo Sumedang
Progres 60 Persen, Jalan Ujungjaya-Conggeang Ditargetkan Rampung 12 Juni
PLN (Persero) UP3 Sumedang Serahkan Bantuan Pompa Listrik dan Sembako Kepada Kelompok Tani
Putus Sekolah Demi Bantu Orang Tua, Siswa SMPN 1 Tanjungsari Dikunjungi Wabup Fajar Aldila Bersama Camat
Zihan Syaira Harumkan Nama Ujungjaya Lewat Prestasi Renang O2SN 2026 Bersiap Unjuk Gigi di Sumedang
HUT Sumedang ke-448: BAZNAS Gandeng Ojol Sumedang, 300 Driver Terima Oli Gratis dari Bupati
Dorong UMKM Go Digital, Bupati Sumedang Diganjar Apresiasi Konektivitas Digital 2026
Kepala SMP Negeri 1 Jatinangor Lepas Atlet Berprestasi Menuju POPWDA Jabar 2026

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 03:59 WIB

Ratusan Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Tolengas, Kecamatan Tomo Sumedang

Rabu, 22 April 2026 - 18:04 WIB

Progres 60 Persen, Jalan Ujungjaya-Conggeang Ditargetkan Rampung 12 Juni

Rabu, 22 April 2026 - 04:11 WIB

PLN (Persero) UP3 Sumedang Serahkan Bantuan Pompa Listrik dan Sembako Kepada Kelompok Tani

Selasa, 21 April 2026 - 14:46 WIB

Putus Sekolah Demi Bantu Orang Tua, Siswa SMPN 1 Tanjungsari Dikunjungi Wabup Fajar Aldila Bersama Camat

Selasa, 21 April 2026 - 00:02 WIB

Zihan Syaira Harumkan Nama Ujungjaya Lewat Prestasi Renang O2SN 2026 Bersiap Unjuk Gigi di Sumedang

Berita Terbaru