Menapaki Jejak Penuh Dedikasi: Sony Darma Jatnika, Dari Sumedang Utara Hingga Menjadi Pilar Pendidikan

- Pewarta

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG — Ruangan kepala sekolah SMP Negeri 1 Rancakalong tampak lengang, tak ada lagi langkah pasti dan suara khas kepala sekolah Sony Darma Jatnika. Ia per 1 Maret 2026 resmi pensiun dari karir pns-nya.

Sony murni titisan Kecamatan Sumedang Utara. Masa SD-nya rampung di SD Negeri Sindang I lulusan tahun 1979. Anak pendiam ini, masuk jenjang pendidikan menengahnya di SMP Negeri I Sumedang, lulus tahun 1982.

Ia lebih terarik untuk meneruskan ke SMA Petang, sekolah swasta tertua waktu itu ( sekarang jadi SMA Negeri 3 Sumedang ). Kesukaannya pada mata pelajaran Biologi, mengantarkan seorang Sony bisa lulus Diploma 2  Jurusan Biologi di IKIP Bandung lulus tahun 1988.

Universitas Terbuka merampungkan gelar Strata 1 -nya hingga mengantongi gelar S.Pd. Bio lulus tahun 2006.
Ternyata, Alloh SWT membimbing ia untuk tumbuh menjadi seorang pegawai negara, lamarannya untuk menjadi PNS terkabulkan.

Pada tahun 1989 ia diangkat menjadi guru PNS ditempatkan di SMP Negeri 1 Cibugel. Berjalan hingga tahun 1993. Seterusnya ia pindah tugas menjadi guru di SMP Negeri 5 Sumedang Kota. Hampir 13 tahun ia berdurasi hingga dipercaya jadi Wakasek.

Di tahun 2011,  ia ditawari untuk promosi kepala sekolah. Ternyata, ia ditempatkan di awal sarangnya bertugas selaku guru, jadi Kepala SMP Negeri I Cibugel. Berjalan dari tahun 2011 hingga 2013.  Di Cibugel inilah ia mulai menerapkan Lessom Study (LS).

Sony selalu berprinsif, dimanapun ia ditugaskan harus memiliki motivasi dan kewajiban membuat manajement unggul. Diantaranya, bikin peraturan senyaman mungkin berlandaskan kekeluargaan.

Hubungan antar para pelaku pengajar dan bagian Tata Usaha agar harmonis perlu dijalin dengan sifat silaturahmi.
Sehingga terbentuk kesejahteraan bathin bagi semuanya.

Prinsif tadi benar-benar berbekas di sekolah-sekolah yang pernah dipimpinnya. Ketika menjadi Kepala SMP Negeri II Cimalaka, antara Tahun 2013 hingga 2015, Sony mendapat tempat di hati para guru dan staff TU-nya.

Ketika memimpin SMP Negeri Cisarua antara tahun 2014 hingga 2019, tekanan Sony terhadap methoda Lesson Study kian menguat terhadap proses pembelajaran apalagi berbekal pengalaman study banding LS di Bangkok Thailand.

Menurutnya, pembelajaran yang mengawang-awang tidak konstektual, ujung-ujungnya siswa ibarat gelas kosong yang harus diisi dengan informasi-informasi bersifat hapalan.

Selama memimpin SMP Negeri 3 Rancakalong dari tahun 2019 hingga 2022, untuk penerapan LS terkendala Pandemi Covid-19. SDJ dengan terpaksa menyelaraskan methoda pembelajaran sesuai aturan pandemi.

Usai pandemi Covid-19, Sony dipindahkan menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri Sumedang Kota. Di awal-awal tugasnya di SMP ini sedikitnya dua agenda penting ia hadapi.

Pertama, Pelatihan Guru Asia dengan materi pendalaman Transkrip Based Lesson Analysis ( TBLA ) dan kesiapan untuk mendapatkan anugerah sekolah pavorit dari Indonesia Achivement Center ( IAC ).

Dikatakan Sony kala itu, Pelatihan Guru Asia merupakan kerja sama dengan Universitas Hiroshima. Program pelatihan telah berjalan di 14 kabupaten / kota di Jawa Barat.   Untuk Kabupaten  Sumedang berjalan di SMPN 4 Sumedang.

Agenda satunya lag, penerimaan anugerah dari Indonesia Achivement Center (IAC). kerja sama dengan Tre Uno Event Management .

SMPN 4 Sumedang raih penghargaan sebagai The Best Pavorite School Education  Quality Excellence of The Year 2022. Penghargaan diserahkan di Hotel Aston Bandung pada 14 Oktober 2022.

Sederet prestasi dan dedikasi seorang Sony Darma untuk Sumedang terus akan melekat dan menjadi bagian dari dinamika Sumedang pada jamannya.

Kini, ia telah pensiun meninggalkan bekas-bekas sejarah di beberapa sekolah yang telah dipimpinnya. Selamat menempuh masa pensiun Pak Sony, kesejahteraan dan kesehatan mudah-mudahan terus menyertaimu ! ( Tatang Tarmedi ) ****

Berita Terkait

Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”
37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data
Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026
Desa Cipacing Diprioritaskan Jadi Percontohan Desa Siaga Tuberkulosis di Jatinangor
Tiga Desa di Kecamatan Ujungjaya Akan Gelar Pilkades Serentak
H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang
Pemerintah Desa Raharja Bantah Isu Penyelewengan Dana BUMDes Sektor Peternakan
Sumedang Akselerasi Digitalisasi Transaksi hingga Tingkat Desa Melalui HLM TP2DD 2026

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:15 WIB

37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:26 WIB

Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:21 WIB

Desa Cipacing Diprioritaskan Jadi Percontohan Desa Siaga Tuberkulosis di Jatinangor

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:48 WIB

Tiga Desa di Kecamatan Ujungjaya Akan Gelar Pilkades Serentak

Berita Terbaru