H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang

- Pewarta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

HARIAN SUMEDANG  — Bagi masyarakat yang telah dalam mengenalnya, pergerakan  pria ini ibarat  sebuah Swiss Army Knife—alias pisau lipat serbaguna.

Siapa lagi bila bukan H. Ecek Karyana, warga Kampung Panundaan Desa Rancakalong. Kabupaten Sumedang.

Hampir tiga dekade lamanya, “Pergerakan sosial” pria ini telah mewarnai sejarah kota beludru.

Kini, ketika usianya tak lagi muda, banyak orang mulai bertanya-tanya: Siapa yang sanggup menggantikan langkah kakinya yang selebar itu?

Dari Jarum Suntik ke “Paraji Sunat” Legendaris

Gerakan meledak Dr. Ecek  Karyana justru dimulai saat ia melepaskan seragam dinasnya sebagai tenaga kesehatan.

Alih-alih menikmati masa tua dengan menyiram tanaman di teras rumah, ia malah “tancap gas” ke arah  timdakan sirkumsisinya ( sunat ).

Dr. Ecek membangun reputasinya sebagai juru sunat humanis. sebuah prosedur medis yang mematahkan kesan seram sunatan kuno.

Jika ada penghargaan Customer Service terbaik untuk dunia per-sunat-an di Sumedang, niscaya Dr. Ecek jelas kandidat tunggalnya.

Dari Ruang Kelas hingga Panti Gangguan Jiwa

Puas mengurus “masa depan” anak-anak lewat jalur khitan, pandangan Dr. Ecek melebar ke dunia pendidikan.

Khawatir melihat bibit-bibit generasi emas dari  Rancakalong yang kerap gigit jari karena tidak tertampung di SMA Negeri, ia mendirikan Sekolah SMK sendiri.

Tidak berhenti di sana, Dr. Ecek tampaknya punya radar khusus untuk melihat apa yang sengaja dilewatkan oleh mata orang lain.

Ia melirik sudut-sudut terpinggirkan, yang kerap terlupakan. Tanpa banyak retorika politik, ia membangun Panti Disabilitas dengan koceknya sendiri.

Saat pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya merancang program Makan Bergizi gratis di sekolah, Dr. Ecek terjun pula ke dalamnya.

Nyaris Menjadi Bupati yang “Bekerja Gratis”

Puncak dari kegelisahan sosialnya sempat membawa Dr. Ecek mengintip ke panggung politik Pemilihan Bupati Sumedang.

Niatnya sederhana, atau mungkin terlalu jujur untuk standar politik modern: ia ingin punya kekuasaan lebih besar demi membantu masyarakat kecil.

Ia bahkan sempat bernazar, jika terpilih menjadi Bupati, seluruh gajinya sebagai kepala daerah akan dikembalikan 100% kepada masyarakat.

Sayangnya, garis takdir berkata lain. Langkahnya menuju kursi nomor satu di Sumedang tidak kesampaian.

Bagi para pencari takhta, kegagalan ini mungkin sebuah akhir cerita. Namun bagi seorang Ecek Karyana, ada atau tanpa kursi bupati, gerakan sosialnya tidak pernah melambat satu inci pun.

Politik mungkin kehilangan seorang calon kepala daerah yang unik, namun masyarakat kecil Sumedang beruntung karena “Paraji Legendaris” mereka tidak perlu disibukkan oleh rapat paripurna.

Kini, Sumedang menghadapi teka-teki besar. Meniru sosok yang ikhlas menyunat, mendirikan sekolah, merawat ODGJ, hingga rela bekerja tanpa gaji sebagai bupati bukanlah perkara mudah.

Dr. Ecek Karyana tampaknya  telah memasang standar yang terlalu tinggi untuk bisa disebut sebagai seorang relawan.

Standar yang akan membuat siapa pun penggantinya harus lebih menguras otak  untuk menyamai langkah kakinya yang  sangat lebar. ( Tang )

Berita Terkait

Sumedang Gelar Pilkades Digital 2026, Kecamatan dari Majalengka Gelar Studi Banding
Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD
TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang
Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge
Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Gelar UNSAP Adalah Awal Pengabdian Masyarakat
Kepercayaan Pusat Meningkat, Fasilitas Elit MAN IC Ujungjaya Mulai Dibangun

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sumedang Gelar Pilkades Digital 2026, Kecamatan dari Majalengka Gelar Studi Banding

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:12 WIB

TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”

Berita Terbaru