HARIAN SUMEDANG — Sebanyak tiga desa di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, siap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Tiga desa yang akan melaksanakan perhelatan demokrasi tingkat lokal tersebut adalah Desa Ujungjaya, Desa Sukamulya, dan Desa Kudangwangi.
Berdasarkan konfirmasi kepada seluruh Kepala Desa (Kades) yang akan purna tugas, ketiganya menyatakan kesiapan untuk kembali maju menuntaskan program pimpinan di periode berikutnya.
Table of Contents
ToggleMaman Supriatman: Tekankan Peningkatan Infrastruktur dan Evaluasi Diri
Kepala Desa Kudangwangi, Maman Supriatman, mengungkapkan niatnya untuk kembali bertarung dalam Pilkades 2026.
Ia berkomitmen menuntaskan sejumlah program pembangunan desa yang sempat tertunda jika kembali dipercaya oleh warga.
“Jika masih diberikan amanah oleh masyarakat, fokus utama saya adalah merampungkan agenda pembangunan yang belum selesai. Di antaranya renovasi kantor desa serta peningkatan infrastruktur jalan maupun gang lingkungan,” ujar Maman kepada wartawan.
Maman juga secara terbuka mengakui bahwa selama masa kepemimpinannya masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, hal tersebut dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
Ia bertekad untuk terus memperbaiki kinerja dan memosisikan diri sebagai pelayan, pengayom, serta pelindung bagi seluruh warga Desa Kudangwangi.
Cucun Alfian: Soroti Kendala Anggaran dan Target Periode 2026–2034
Senada dengan Maman, Kepala Desa Ujungjaya, Cucun Alfian, turut menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Kades periode 2026–2034.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Niat tersebut didasari oleh dorongan untuk menyelesaikan berbagai program kerja desa yang belum tersentuh.
Cucun menjelaskan bahwa pelaksanaan sejumlah rencana pembangunan desa sempat terhambat akibat adanya penyesuaian dan pemotongan alokasi Dana Desa (DD) untuk program prioritas lain.
“Rencana pembangunan desa sempat tersendat karena adanya pergeseran anggaran Dana Desa. Namun, kami optimistis ke depan akan ada solusi terbaik agar program-program pembangunan yang tertunda dapat segera terealisasi,” ungkap Cucun.
Dengan masuknya tahap persiapan Pilkades serentak di Kecamatan Ujungjaya, dinamika politik desa diperkirakan akan mulai hangat menjelang pendaftaran resmi para calon pada Oktober mendatang. (Supriadi)







