Nilai – Nilai gotong royong di Desa Cimarias Kecamatan Pamulihan Masih Berakar Kokoh

- Pewarta

Jumat, 3 Mei 2024 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai kegotongroyongan masih berakar kokoh dan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat Cimarias ( Dok. Harian sumedang.com / Tatang Tarmedi )

Nilai kegotongroyongan masih berakar kokoh dan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat Cimarias ( Dok. Harian sumedang.com / Tatang Tarmedi )

HARIANSUMEDANG.COM — Kontribusi keikutsertaan  warga Cimarias Kecamatan Pamulihan untuk membangun desanya  terbilang cukup tinggi.

Nilai-nilai gotong royong masih berakar kokoh dan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat.

Potensi kearifan lokal  ini, dijadikan tenaga besar bagi Pemdes Cimarias untuk menggenjot pembangunan di berbagai sektor.

Kepala Desa Cimarias, Mamat Rohmat,
merasa bangga masyarakatnya peduli terhadap pembangunan.

” Tadinya mau membangun 100 meter, akhirnya jadi 150 meter, karena ada kontribusi dari masyarakat. ” imbuh kades.

Sebagai desa terpencil dengan medan jalan terkategori berat untuk ditempuh, Kades Mamat Rohmat berupaya untuk membangun Desa Cimarias dengan modal dasar gotong royong.

Perlahan tapi pasti, di periode kepemimpinannya, pembangunan cukup merata tersebar di 3 Kadus meliputi 6 RW dan 33 RT.

Kecuali, kata Kades Mamat,  infrastruktur dengan status jalan kabupaten, pihak Pemdes Cimarias tidak bisa banyak bergerak, karena beda kewenangannya.

” Maap, bukan sombong, jalan-jalan yang bisa digarap oleh desa, bagus semuanya. Bila pun ada jalan masih amburadul, karena bukan kewenangan desa untuk memperbaikinya. ” ungkapnya.

Di sisa-sisa masa jabatannya, Kades Mamat ingin wujudkan beberapa impiannya lagi, salah satunya  bisa memiliki mobil siaga desa.

Kendaraan itu, katanya, akan bermanpaat untuk mobilisasi perangkat desa dan kepentingan warga juga.

” Selain itu, ingin bangun masjid. Minimal itu bisa menjadi nilai ibadah seandai telah berhenti jadi kades, ” imbuhnya lagi dengan nada yakin.

Mamat Rohmat mengaku awalnya tidak terpikirkan untuk menjadi kepala desa. Lulus sekolah, ia malah tertarik bekerja di pabrik tekstil.

Jadi buruh pabrik, berjalan hingga 15 tahunan. Sekitar tahun 1990-an, pilih kerja di salah satu hotel di Kota Bandung. Berjalan selama 13 tahunan.

Pulang kampung tahun 2003 menggeluti wirausaha. Atas desakan masyarakat, Mamat naik ke panggung Pilkades, ternyata akhirnya terpilih.

Pada 19 Juli 2012 dilantik untuk periode pertama jadi Kades Cimarias. Karena dianggap berhasil membangun desa, ia terpilih kembali menjadi Kades Cimarias.

( Tatang Tarmedi )

Berita Terkait

Sumedang Masuk 4 Besar Kabupaten Terbaik Nasional di GM-DTGI Award 2026
Komitmen Pembangunan Kependudukan Berbuah Pengakuan Nasional, Sumedang Sabet Janahita Award 2026
DPRD Gelar RDPU, Tanah Timbul Tenggelam Jatigede Diselesaikan Lewat Pengadilan
SDN Lebakgede Desa Gudang Terima Kucuran Bantuan Revitalisasi Rp1,3 Miliar
Sinergi Babinsa dan Warga Tanjungsari Gagalkan Pencurian Yamaha RX King
Sidik Ja’far Hadiri Sertijab Danyonif 301/Prabu Kiansantang
Ikhtiar Kesembuhan di Klinik Barokah Bhakti Rancakalong, Pendekatan Klinis Terukur dalam Penatalaksanaan Gout Artritis
Gerakan Sabilulungan Jatinangor, 700 Personel Brimob dan Warga Keroyokan Sukat Sungai

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:52 WIB

Sumedang Masuk 4 Besar Kabupaten Terbaik Nasional di GM-DTGI Award 2026

Kamis, 5 November 2026 - 21:36 WIB

Komitmen Pembangunan Kependudukan Berbuah Pengakuan Nasional, Sumedang Sabet Janahita Award 2026

Kamis, 5 November 2026 - 18:57 WIB

DPRD Gelar RDPU, Tanah Timbul Tenggelam Jatigede Diselesaikan Lewat Pengadilan

Kamis, 5 November 2026 - 15:51 WIB

SDN Lebakgede Desa Gudang Terima Kucuran Bantuan Revitalisasi Rp1,3 Miliar

Rabu, 4 November 2026 - 14:29 WIB

Sinergi Babinsa dan Warga Tanjungsari Gagalkan Pencurian Yamaha RX King

Berita Terbaru