HARIAN SUMEDANG ONLINE — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat ekosistem pembelajaran digital di sektor pendidikan.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui peluncuran program pembelajaran numerasi berbasis Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA).
Peluncuran digelar secara hybrid di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (26/10/2026), dan disaksikan langsung oleh jajaran pendidik dari seluruh wilayah kabupaten.
Program pengembangan kompetensi ini membidik lebih dari 5.000 guru Aparatur Sipil Negara (ASN) tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumedang.
Solusi Sistematis Respon Penurunan Rapor Pendidikan
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa peningkatan numerasi harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan yang bersifat seremonial.
“Ketika numerasi kita rendah, kita harus melihat apa yang perlu diperbaiki. Salah satunya kualitas guru melalui ekosistem pembelajaran yang terintegrasi,” ujar Bupati Dony.
Ia juga berpesan agar transformasi ini memicu perubahan pola kerja ASN, bergerak dari zona nyaman menuju budaya kerja yang kompetitif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Jangan sampai pembelajaran ini hanya formalitas. Kita ingin ada perubahan nyata pada diri guru dan peningkatan kualitas belajar anak-anak kita,” tegasnya.
Urgensi Pembenahan Capaian Numerasi Murid
Langkah Pemkab Sumedang ini berpatokan pada evaluasi mendalam terhadap Rapor Pendidikan Tahun 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, mengungkapkan bahwa capaian numerasi murid SD di Sumedang tercatat berada di angka 75,43.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 9,02 poin jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang menyentuh 84,42. Selain itu, sebanyak 24,57% murid tercatat belum mencapai kompetensi minimum.
Kondisi tersebut diperkuat oleh hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika SD tingkat kabupaten yang hanya mencapai rata-rata 43,52—masih di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Baca Juga:
Inisiatif Years of Culture Qatar Mengumumkan Negara Mitra Hingga Tahun 2030
Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
Ekosistem Pembelajaran Terintegrasi selama Satu Bulan
Guna memastikan efektivitas program, Dinas Pendidikan menerjunkan 15 orang pengembang konten dan 26 fasilitator kecamatan untuk mendampingi para guru secara intensif.
Program pembelajaran LMS SCSA ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 26 Oktober hingga 26 November 2026.
Rangkaian kegiatan mencakup:
-
Peluncuran dan orientasi program
-
Pembelajaran mandiri & diskusi via LMS
-
Praktik penerapan materi langsung di kelas
-
Refleksi dan evaluasi akhir periode
Perwakilan mitra Inovasi, Handoko, turut memberikan apresiasi atas sinergi Pemkab Sumedang yang tidak hanya menyediakan portal materi digital, melainkan juga menghadirkan jejaring fasilitator lokal untuk mendampingi guru di lapangan.( Siti Kowati )








