HARIANSUMEDANG.COM – Untuk meraih kedudukan itu tidak semudah mengedipkan kelopak mata, banyak nuansa romantika suka dan nestapa.
Ungkapan tadi satu cerminan dari perjalanan karir Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paseh yang kini dipegang H. Asep Saefulloh S.Ag.
Berkisah di ruang kerjanya, Kamis 23 Januari 2025, H. Asep Saefulloh mengaku pertama kali diangkat jadi pegawai PNS di KUA Kecamatan Cimanggung tahun 1993.
Ternyata, bekerja di KUA Cimanggung pada era itu menyimpan kenangan yang tidak bakal lepas dari memorinya. Salah satunya, pernah berjalan kaki sejauh 3 kilometer ke lokasi pernikahan.
Lokasi itu sangat terpencil, tidak bisa dilalui kendaraan, satu-satunya harus ditempuh dengan berjalan kaki di jalan setapak melewati tiga atau dua bukit.
Dengan jarak tempuh sejauh itu, sesampai ke lokasi pernikahan, tentu saja rasa lelah menyeruak bercampur tubuh yang bermandikan keringat.
Kadang, tutur H. Asep, untuk memperpendek jarak tempuh ke lokasi pernikahan, ia memotong jalan melewati hamparan pesawan. Berjalan melewati pematang sawah.
” Pernah kejadian, terpeleset di pematang sawah, untung saja berkas dalam map yang dibawa, tidak masuk ke kubangan air, ” kenang H.Asep dengan pandangan mata seperti menerawang ke masa lalunya.
Enam tahun tugas di Cimanggung, pria kelahiran 27 Juni 1970 ini dipindahtugaskan ke KUA Paseh sebagai Wakil PPN Berjalan hingga 2012.
Baca Juga:
Dari KUA Paseh, Sarjana Agama jebolan STAI Unsap dipindahkan ke KUA Conggeang. Setahun di Conggeang dipindahkan lagi jadi Penghulu di KUA Tomo.
Pebruari 2014, H.Asep pindah lagi ke KUA Paseh jadi Penghulu hingga 2018. Setelah melewati jenjang karir hampir 25 tahun sebagai Staf dan Penghulu, ia diangkat jadi Kepala KUA.
Ternyata Kecamatan Cisarua sebagai landasan pertamanya menjadi Kepala KUA. Tugas selaku Kepala KUA Cisarua berjalan dari 4 Desenber 2018 hingga. 7 Maret 2024.
Dari Cisarua, untuk ketiga kalinya ia kembali ditugaskan ke KUA Paseh. Bedanya bila kepindahan pertama sebagai Wakil PPN, keduanya selaku Penghulu, tapi ketiganya selaku Kepala.
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
Gaya kepemimpinan H.Asep bersipat elastis, tidak menonjolkan keegoan bahwa ia seorang kepala, ” Saya berprinsif Kepala KUA itu, seorang Penghulu yang diberi tugas tambahan jadi Kepala KUA, ” jelasnya.
Tugas yang diembannya, imbuh H. Asep, tidak semata mengurusi masalah perkawinan, tetapi pula hal lainnya lagi, diantaranya bimbingan keluarga Sakinah, kemasjidan, manasik haji dan lainnya.
H.Asep Saefulloh tampaknya ingin meneruskan lapak bapaknya sebagai pegawai di Depag. Lulus dari SD Nyalindung, ia melanjutkan ke MTs Baitul Arkam Ciparay Bandung. Lalu kuliah di STAI Unsap diwisuda tahun 1999.
( Tatang Tarmedi ) ***








