HARIANSUMEDANG.COM – Sebagai katalog pergerakan personal khusus untuk di Kabupaten Sumedang selama tahun 2024, H. Ecek Karyana S.Kep.M.Hum masih terkategori Personal Oposisi, Sosok Penuh Sensasi dan Berhaluan Humanis.
Dikatakan E. Perdana, mantan Ketua LSM Pembangunan Pelita Bangsa, Meski tidak masuk pada bursa pencalonan Bupati Sumedang pada Pilkada 2024, setidaknya ia telah memberikan pelajaran politik tentang hak sebagai warga negara untuk masuk ke ranah pencalonan dengan rumus ‘air mengalir’.
E. Perdana menilai, H. Ecek Karyana sebenarnya mampu berbuat di luar koridor untuk bisa tembus ke tataran bursa pencalonan, baik secara independen maupun via jalur kepartaian, apalagi didukung dengan sisi finansial yang memadai.
” Tapi, ia tidak lakukan itu, watak personal oposisinya itu masih jalan, ia seorang pebismis bisa berpartai, tapi seorang kader partai ridak ingin berbisnis di partai. Karena ujung-ujungnya ada perhitungan mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan, ” katanya.
Sebagai sosok vokal, ia berani untuk berbicara apa saja, termasuk kritikan terhadap pemerintahan yang dinilainya kurang srek. Terakhir kali, ia melontarkan kritikan terhadap Badan Usaha Milik Negara PLN yang pernah di muat di media ini, 9 Juli 2024.
Haji Ecek Karyana, pemilik Yayasan Barokah Bhakti Rancakalong Kabupaten Sumedang ini komplain kepada PLN karena pasokan listrik ke panti sosialnya dianggap tidak sesuai dengan perjanjian jual beli.
” Perjanjian jual beli listrik antara saya selaku konsumen dengan PLN tertera dalam kwitansi voltase 220. Namun, kenyataannya tegangan istrik yang masuk kurang dari voltase itu, ” kata H. Ecek.
Haji Ecek menduga kurangnya tegangan listrik yang masuk mengakibatkan beberapa barang elektronik, termasuk komputer dan alat pemanas tidak berpungsi dengan lancar bahkan bisa cepat rusak.
Sebagai sosok yang penuh kontroversi, ia kian mengukuhkan seorang pribadi yang menjalankan konsep polygami sesuai dengan syariat Islam.
Terutama memiliki kemampuan untuk jujur dan Adil kepada pasangannya terkait dengan pembagian waktu, properti, dan fokus.
Tampaknya H. Ecek Karyana telah menjalankan konsep tadi, terbukti ia menjadikan ketiga istrinya tadi sebuah keluarga yang satu sama lain berpotensi untuk menjalankan roda keluarga secara bersama – sama.
Baca Juga:
Harlah PDIP Ke-52 di Kecamatan Sukasari 52 Warga Terima Santunan dari PAC
Pemdes Karangbungur Kecamatan Buahdua Melantik Dua Perangkat Desa Hasil Penjaringan
Lima Kelompok Tani di Wilayah Kecamatan Tomo Dapat Bantuan Sarana Irigasi Perpompaan
H. Ecek bahkan seringkali mengajak ketiga istrinya libur bersama menjalin kesehatian dan meminimalisir apa arti kecemburuan. Ia seolah memberi edukasi kepada masyarakat bahwa poligami itu harus dengan ilmunya.
H. Ecek Karyana selama tahun 2024 ini tetap sebagai seorang humanis, yang selalu menegaskan nilai, martabat, dan otonomi individu serta hak setiap manusia untuk kebebasan sebesar mungkin sesuai hak orang lain.
H. Ecek seolah memiliki tugas untuk merawat seluruh umat manusia termasuk generasi mendatang. Salah satunya dengan membuka sekolah kejuruan berbasis bantuan sosial.
Ia pun tetap memahami dan menjalankan konsep berbagi, termasuk merawat orang- orang yang tersanksi secara eksternal. Salah satunya, Panti ODGJ-nya terus ia jalankan dengan dominasi dana pribadi yang ia keluarkan.
( Tatang Tarmedi ) ***