Berdiri Sejak 1989, SLB Bina Karya Buktikan Dedikasi Cetak Ratusan Alumni Mandiri

- Pewarta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

alumni SLB Bina Karya telah terserap di berbagai sektor kerja, mulai dari ritel modern (Alfamart dan Indomaret) hingga industri tekstil (Kahatex). Tak sedikit pula yang sukses membuka usaha mandiri seperti pengisian ulang air dan gas, yang modal awalnya diraih dari hadiah kejuaraan olahraga.

alumni SLB Bina Karya telah terserap di berbagai sektor kerja, mulai dari ritel modern (Alfamart dan Indomaret) hingga industri tekstil (Kahatex). Tak sedikit pula yang sukses membuka usaha mandiri seperti pengisian ulang air dan gas, yang modal awalnya diraih dari hadiah kejuaraan olahraga.

BANDUNG — Dedikasi mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang. Hal tersebut dibuktikan oleh para pengabdi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Karya Rancaekek Kabupaten Bandung, yang terus mendedikasikan waktu dan tenaganya sejak tahun 1988 demi memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

H. Suprapto, Kepala SLB Binakarya, menuturkan perjalanan lembaga ini berawal seusai ia  menyelesaikan pendidikan di SGPLB Cileunyi pada 1988. Berbekal pengalaman mengajar di SLB Loeb Cileunka, gagasan untuk mendirikan sekolah mandiri resmi direalisasikan pada tahun 1989.

Perjuangan Awal dan Strategi Jemput Bola

Langkah awal pendirian sekolah dilakukan secara swadaya bersama alumni SGPLB angkatan 1988 dan 1989. Tanpa menunggu fasilitas memadai, para pendiri mengambil inisiatif “jemput bola” dengan menyisir Sekolah Dasar (SD) setempat hingga menyambangi rumah-rumah warga untuk menjaring anak-anak berkebutuhan khusus yang belum tersentuh pendidikan.

Pada tahap awal, sekolah berhasil merangkul 8 hingga 9 siswa seiring dengan pengurusan izin yayasan. Demi menunjang kegiatan belajar mengajar, para guru berpatungan membeli perlengkapan dasar seperti kapur, meja, dan kursi. Selama periode 1989–1993, proses pembelajaran harus berlangsung di sebuah bangunan bilik kontrakan sederhana di kawasan Cidadap.

Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Fasilitas

Titik balik operasional sekolah terjadi saat bangunan bekas Puskesmas Desa Cilengkrang dialihfungsikan. Pihak sekolah mengajukan permohonan penggunaan aset tersebut kepada Bupati Bandung melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung hingga akhirnya resmi disetujui.

Seiring berjalannya waktu, kesejahteraan para pengajar pun meningkat setelah para guru perintis secara bertahap lolos seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kurun waktu 1992–1993.

Mencetak Kelulusan dan Kemandirian Siswa

Sebagai lembaga pendidikan terpadu yang menaungi jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB, SLB Bina Karya berhasil meluluskan angkatan SMALB pertamanya pada tahun 2001. Hingga kini, ratusan alumni telah dihasilkan dengan fokus capaian target kemandirian yang terbagi menjadi empat pilar:

  • Bekerja: Mempersiapkan siswa masuk ke dunia kerja profesional.

  • Melanjutkan: Memfasilitasi siswa yang ingin menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi.

  • Wirausaha: Mendorong siswa untuk membuka usaha mandiri.

  • Mani/Mandi di Rumah (MAMAH): Melatih kemandirian dasar hidup sehari-hari bagi siswa dengan hambatan intelektual agar dapat beraktivitas tanpa bergantung pada orang tua.

Dikatakan H. Suprapto, alumni SLB Bina Karya telah terserap di berbagai sektor kerja, mulai dari ritel modern (Alfamart dan Indomaret) hingga industri tekstil (Kahatex). Tak sedikit pula yang sukses membuka usaha mandiri seperti pengisian ulang air dan gas, yang modal awalnya diraih dari hadiah kejuaraan olahraga.

” Ke depan, SLB Bina Karya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal visi dan misi sekolah dalam mengantarkan setiap siswa mencapai potensi maksimal dan kemandirian hidup, ” ujar Suprapto. (Tatang Tarmedi)

Berita Terkait

Pemkab Majalengka Pastikan PPPK Paruh Waktu Tidak Dirumahkan, Pegawai Diminta Tetap Fokus
Lansia Tukang Becak di Majalengka Mendapat Bantuan Becak Listrik
Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
Kebakaran Gunung Geulis Terjadi di Wilayah Ini, Bukan Sumedang tapi Ladang Warga Sampai Ludes
Dinsos Majalengka Minta Warga Pahami Mekanisme Perubahan Desil Bansos, Penentu Ada di BPS
Sorotan Kampara Institute Terhadap Permasalahan Hukum Ade Sopyan Alias Gepeng
Bupati Majalengka Paparkan Capaian Pembangunan Utama pada Peringatan HUT ke-81 RI
Wabup Dena Ramdhan Ajak Mahasiswa UNMA Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:30 WIB

Pemkab Majalengka Pastikan PPPK Paruh Waktu Tidak Dirumahkan, Pegawai Diminta Tetap Fokus

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Lansia Tukang Becak di Majalengka Mendapat Bantuan Becak Listrik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Kebakaran Gunung Geulis Terjadi di Wilayah Ini, Bukan Sumedang tapi Ladang Warga Sampai Ludes

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Dinsos Majalengka Minta Warga Pahami Mekanisme Perubahan Desil Bansos, Penentu Ada di BPS

Berita Terbaru

Nasional

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 - 17:47 WIB

Info Sumedang

Rapat Koordinasi Forkopimda Sumedang Menyoroti Penanganan Karhutla

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:36 WIB