BANDUNG — Dedikasi mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang. Hal tersebut dibuktikan oleh para pengabdi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Karya Rancaekek Kabupaten Bandung, yang terus mendedikasikan waktu dan tenaganya sejak tahun 1988 demi memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
H. Suprapto, Kepala SLB Binakarya, menuturkan perjalanan lembaga ini berawal seusai ia menyelesaikan pendidikan di SGPLB Cileunyi pada 1988. Berbekal pengalaman mengajar di SLB Loeb Cileunka, gagasan untuk mendirikan sekolah mandiri resmi direalisasikan pada tahun 1989.
Perjuangan Awal dan Strategi Jemput Bola
Langkah awal pendirian sekolah dilakukan secara swadaya bersama alumni SGPLB angkatan 1988 dan 1989. Tanpa menunggu fasilitas memadai, para pendiri mengambil inisiatif “jemput bola” dengan menyisir Sekolah Dasar (SD) setempat hingga menyambangi rumah-rumah warga untuk menjaring anak-anak berkebutuhan khusus yang belum tersentuh pendidikan.
Pada tahap awal, sekolah berhasil merangkul 8 hingga 9 siswa seiring dengan pengurusan izin yayasan. Demi menunjang kegiatan belajar mengajar, para guru berpatungan membeli perlengkapan dasar seperti kapur, meja, dan kursi. Selama periode 1989–1993, proses pembelajaran harus berlangsung di sebuah bangunan bilik kontrakan sederhana di kawasan Cidadap.
Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Fasilitas
Titik balik operasional sekolah terjadi saat bangunan bekas Puskesmas Desa Cilengkrang dialihfungsikan. Pihak sekolah mengajukan permohonan penggunaan aset tersebut kepada Bupati Bandung melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung hingga akhirnya resmi disetujui.
Seiring berjalannya waktu, kesejahteraan para pengajar pun meningkat setelah para guru perintis secara bertahap lolos seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kurun waktu 1992–1993.
Mencetak Kelulusan dan Kemandirian Siswa
Baca Juga:
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
Sensasi Nobar ‘Mewah’ Berudara Segar: Garasi Persib Baginda Sumedang Siap Sambut Wa Haji Umuh
Sebagai lembaga pendidikan terpadu yang menaungi jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB, SLB Bina Karya berhasil meluluskan angkatan SMALB pertamanya pada tahun 2001. Hingga kini, ratusan alumni telah dihasilkan dengan fokus capaian target kemandirian yang terbagi menjadi empat pilar:
-
Bekerja: Mempersiapkan siswa masuk ke dunia kerja profesional.
-
Melanjutkan: Memfasilitasi siswa yang ingin menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi.
-
Wirausaha: Mendorong siswa untuk membuka usaha mandiri.
-
Mani/Mandi di Rumah (MAMAH): Melatih kemandirian dasar hidup sehari-hari bagi siswa dengan hambatan intelektual agar dapat beraktivitas tanpa bergantung pada orang tua.
Dikatakan H. Suprapto, alumni SLB Bina Karya telah terserap di berbagai sektor kerja, mulai dari ritel modern (Alfamart dan Indomaret) hingga industri tekstil (Kahatex). Tak sedikit pula yang sukses membuka usaha mandiri seperti pengisian ulang air dan gas, yang modal awalnya diraih dari hadiah kejuaraan olahraga.
” Ke depan, SLB Bina Karya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal visi dan misi sekolah dalam mengantarkan setiap siswa mencapai potensi maksimal dan kemandirian hidup, ” ujar Suprapto. (Tatang Tarmedi)






