Sistem Zonasi Memberi Peluang Munculnya Pemerasan Terhadap Orang Tua Siswa

- Pewarta

Sabtu, 29 Juni 2024 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem Zonasi memberi peluang munculnya oknum pemerasan terhadap orang tua siswa ( Tatang Tarmedi / ilusterasi gambar dari Kompas Regiomal )

Sistem Zonasi memberi peluang munculnya oknum pemerasan terhadap orang tua siswa ( Tatang Tarmedi / ilusterasi gambar dari Kompas Regiomal )

HARIANSUMEDANG COM — Pada dasarnya, Sistem Zonasi sudah tersurat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 51 tahun 2018.

Dengan dalih mengatasi masalah ketidakadilan dalam akses pendidikan, sistem ini, konon, telah menjadi bagian  pendidikan di berbagai negara.

Website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melansir sistem zonasi bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi.

Dimana, rayonisasi lebih memperhatikan  capaian siswa di bidang akademik, sementara zonasi lebih menekankan pada jarak/radius  rumah siswa dengan sekolah.

Dengan demikian, siswa yang lebih dekat dengan sekolah lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah itu.

Meskipun tujuannya mulia, sistem zonasi  juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan dan dikaji ulang dalam penerapannya.

Salah satu kelemahan utama sistem zonasi sekolah adalah pembatasan pilihan yang diberikan kepada siswa dan orang tua.

Dalam sistem ini, penerimaan siswa tergantung sepenuhnya pada lokasi geografis,  berarti mereka hanya dapat mendaftar di sekolah yang berada di zonanya.

Hal ini sangat membatasi kebebasan orang tua dan siswa untuk memilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.

Ini juga berarti bahwa sekolah-sekolah dengan reputasi dan sumber daya  lebih baik mungkin menjadi sulit diakses bagi siswa yang tinggal di daerah yang kurang.

Sistem zonasi sekolah juga dapat menyebabkan ketimpangan dalam kualitas pendidikan antara sekolah-sekolah di berbagai zona.

Ada kemungkinan sekolah-sekolah di daerah yang lebih kaya atau perkotaan akan memiliki sumber daya  lebih baik, guru  lebih berkualitas, dan kurikulum yang lebih lengkap.

Sementara itu, sekolah-sekolah di daerah yang kurang berkembang atau pedesaan mungkin tidak memiliki sumber daya yang memadai.

Hal ini berpotensi menciptakan kesenjangan pendidikan yang signifikan antara siswa yang berada di zona-zona berbeda

Selain itu, Sistem Zonasi Memberi peluang untuk manipulas nilai, Kartu Keluarga, keterabgan domisili dan lainnya yang membuat pendidikan kita tercemar

Karena kuota jalur prestasi jumlahnya sedikit, , banyak nak cerdas dan berprestasi  oleh orangtuanya dimasukan ke jalur zonasi.

Mereka  tidak bisa mendapat sekolah yang mereka inginkan karena lokasi tempat tinggal jauh dari sekolah yang diharapkan itu.

Lebih parah lagi, Sistem Zonasi membuka ruang bagi munculnya oknum untuk meraup sejumlah uang dari para orang tua yang “ngebet” anaknya masuk di satu sekolah.

Mereka, para oknum, menjanjikan bisa masuk sekolah yang diinginkan orang tua siswa asal ada sejumlah uang. Akhirnya si orang tua mengeluarkan sejumlah uang agar bisa masuk sekolah itu.

( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Ratusan Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Tolengas, Kecamatan Tomo Sumedang
Progres 60 Persen, Jalan Ujungjaya-Conggeang Ditargetkan Rampung 12 Juni
PLN (Persero) UP3 Sumedang Serahkan Bantuan Pompa Listrik dan Sembako Kepada Kelompok Tani
Putus Sekolah Demi Bantu Orang Tua, Siswa SMPN 1 Tanjungsari Dikunjungi Wabup Fajar Aldila Bersama Camat
Zihan Syaira Harumkan Nama Ujungjaya Lewat Prestasi Renang O2SN 2026 Bersiap Unjuk Gigi di Sumedang
HUT Sumedang ke-448: BAZNAS Gandeng Ojol Sumedang, 300 Driver Terima Oli Gratis dari Bupati
Dorong UMKM Go Digital, Bupati Sumedang Diganjar Apresiasi Konektivitas Digital 2026
Kepala SMP Negeri 1 Jatinangor Lepas Atlet Berprestasi Menuju POPWDA Jabar 2026

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 03:59 WIB

Ratusan Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Tolengas, Kecamatan Tomo Sumedang

Rabu, 22 April 2026 - 18:04 WIB

Progres 60 Persen, Jalan Ujungjaya-Conggeang Ditargetkan Rampung 12 Juni

Rabu, 22 April 2026 - 04:11 WIB

PLN (Persero) UP3 Sumedang Serahkan Bantuan Pompa Listrik dan Sembako Kepada Kelompok Tani

Selasa, 21 April 2026 - 14:46 WIB

Putus Sekolah Demi Bantu Orang Tua, Siswa SMPN 1 Tanjungsari Dikunjungi Wabup Fajar Aldila Bersama Camat

Selasa, 21 April 2026 - 00:02 WIB

Zihan Syaira Harumkan Nama Ujungjaya Lewat Prestasi Renang O2SN 2026 Bersiap Unjuk Gigi di Sumedang

Berita Terbaru