HARIANSUMEDANG.COM – SPMA (Sekarang SMK-PPN) Tanjungsari sedikitnya memiliki 20 bangunan berpotensi sebagai Cagar Budaya sebagaimana diatur UU No. 11 Tahun 2010 Pasal 5,
Bangunan-bangunan berusia di atas setengah abad tadi, sebagian telah disulap menjadi bangunan berdesain masa kini, sebagian lagi nyaris dipertahankan keasliannya , tapi dua bangunan seperti ditelantarkan.
Bangunan bekas milik SPP-SPMA yang berubah bentuk sejak dipakai Unwim, diantaranya enam ruang kelas dan satu rumah dinas guru.
Termasuk di dalamnya, ruang kelas yang sekarang digunakan Rimbawan Unwim dan rumah dinas kepala sekolah yang. dari dulu bernama Carica Papaya, kini jadi bangunan praktik Agrobisnis Perkebuman Unwim.
Begitu pula, rumah dinas guru, pernah didiami Ir. Musli Rosmali salah seorang guru SPMA, masih bertahan pada model lama, namun lingkungan sekitarnya tidak mendapatkan perawatan, sehingga terkesan rumah tua yang terbengkalai.
Bangunan TK Kuncup Harapan yang boleh disebut ‘biangnya’ TK di Kabupaten Sumedang, menjadi bangunan yang tidak terawat, karena TK Kuncup Harapan pindah ke bekas ruangan aula SPMA dulu.
Dua bangunan bekas Asrama Putra, di pinggir Masjid Jami Al-Fallah, masih belum mengalami perubahan, hanya bangunan satunya lagi hancur berantakan, bagaikan puing-puing rumah di jalur Gaza.
Gedung pendopo di belakang Tugu Peringatan 40 Tahun Sekolah Pendidikan Pertanian yang diresmikan Wakil Presiden Muhamad Hatta tahun 1950-an, masih tampak keasliannya.
Begitupun gudang penyimpanan alat-alat praktik siswa, masih seperti sediakala dengan ciri khasnya tertutup rapat tersilang palang pintu besi.
Baca Juga:
Bupati Majalengka Tinjau SDN 3 Mirat yang Ambruk, Perbaikan Segera melalui Dana BTT.
Manajer PERSIB Raih Penghargaan dari Pikiran Rakyat di Momen HUT Pikiran Rakyat ke-60
Dibawah gudang, sekitar lima bangunan rumah dinas guru masih agak bertahan dengan keasliannya, termasuk bekas Asrama Putri.
Beberapa orang alumni SPMA Tanjungsari berharap gedung-gedung tua milik SPMA yang sekarang digunakan UNWIM tadi bisa menjadi wisata cagar budaya
” Minimal, pengunjungnya mungkin lulusan atau keluarga lulusan Sekolah pertanian dari sejak tahun 1940-an. ” ungkap Engkos, alumni SPMA tahun 1980. ( Tang ) ***








