HARIAN SUMEDANG ONLINE – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menghadirkan inovasi baru dalam proses demokrasi tingkat desa.
Jika sebelumnya pemilih menggunakan cara konvensional, kini warga beralih menggunakan perangkat tablet elektronik yang disiapkan pemerintah.
Penerapan sistem pemilihan digital ini menjadi pembeda utama Pilkades 2026 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu wilayah yang menerapkan inovasi ini adalah Kecamatan Ujungjaya, yang menggelar pemilihan di tiga desa, yakni Desa Ujungjaya, Desa Sukamulya, dan Desa Kudangwangi.
Ketua Panitia Pemungutan Suara Desa Sukamulya, Dede Sambas K, mengonfirmasi bahwa penggunaan teknologi ini merupakan langkah penting dalam mentransformasi sistem pemilihan manual menuju berbasis elektronik (e-voting).
Ia mengingat kembali saat Pilkades Sukamulya tahun 2018 lalu, di mana warga masih harus mencoblos surat suara secara konvensional di dalam bilik suara.
“Sementara hari ini, pemilihan kepala desa diselenggarakan secara digital. Warga memanfaatkan alat elektronik yang telah disiapkan untuk pelaksanaan tahun ini,” ujar Dede.
Menarik Perhatian Daerah Tetangga
Keberhasilan penerapan Pilkades digital di Desa Sukamulya rupanya menyedot perhatian dari luar Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Dede mengungkapkan, Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desanya sempat dikunjungi langsung oleh Camat Kadipaten dari Kabupaten Majalengka.
Kunjungan studi banding tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung tata cara dan efektivitas penerapan sistem digital dalam Pilkades.
Inovasi ini sejalan dengan reputasi Kabupaten Sumedang yang dikenal konsisten mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Mampu Mengatasi Tantangan Pemilih Lansia
Meski mengusung teknologi baru, proses pemungutan suara dilaporkan berjalan lancar.
Baca Juga:
Unit Usaha Syariah OCBC Perluas Akses Pengelolaan Kekayaan Berbasis Syariah dari Emas Hingga Wakaf
Panitia mengakui tantangan terbesar ada pada kelompok pemilih lanjut usia (lansia) yang belum familiar dengan perangkat digital.
Guna mengatasi kendala tersebut, panitia telah menggelar sosialisasi dan simulasi sebelum hari pemungutan suara.
Langkah antisipasi ini terbukti efektif membuat para pemilih lansia tetap lancar saat menyalurkan hak pilihnya.
Siti Atijah, salah satu warga Desa Sukamulya, menyambut positif perubahan ini.
Menurutnya, penggunaan perangkat elektronik memberikan pengalaman baru yang lebih praktis dan memudahkan masyarakat.
Dukungan Teknis dan Kesiapan Panitia
Kesiapan serupa juga terlihat di Desa Kudangwangi. Ketua Pelaksana Pemilihan Suara Desa Kudangwangi, Agus Cahayadi, menekankan pentingnya kesiapan panitia dalam membimbing pemilih, terutama lansia, agar proses pemungutan suara tidak terhambat.
Baca Juga:
Untuk menjamin kelancaran sistem digital, pemerintah daerah turut menyiapkan mitigasi risiko teknis. Petugas dari PT PLN disiagakan di lokasi guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama proses pemilihan berlangsung.
Pilkades digital di Ujungjaya menjadi bukti nyata transformasi demokrasi desa di Sumedang. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan sosialisasi yang matang dan dukungan teknis yang kuat, teknologi digital dapat diterapkan secara inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. ( Abdul Haris )










