Tangkis Serangan Tikus UPTD Pertanian Kecamatan Rancakalong Gunakan Burung Hantu

- Pewarta

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem pemberantasan hama tikus dengan bantuan burung hantu sedang dikembangkan di wilayah Rancakalong (Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi)

Sistem pemberantasan hama tikus dengan bantuan burung hantu sedang dikembangkan di wilayah Rancakalong (Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi)

HARIANSUMEDANG.COM — Tikus memiliki beberapa kecerdikan yaitu mudah curiga, mampu berkomunikasi dengan urin, dan mempunyai ketajaman indera penciuman.

Untuk menangkis serangan hama tikus, UPTD Pertanian Tanaman Pangan Kecamatan Rancakalong menggunakan bantuan burung hantu (Tyto Alba).

Program itu, kata Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan Rancakalong Asep Kosasih, sebagai program massal yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI.

” Diharapkan satu kelompok memiliki satu Rumah Burung Hantu ( Rubuha ), sebagai sarang, sehingga hewan itu bisa memberantas hama tikus, ” ungkap Asep Kosasih yang akrab disapa Ulis.

Menurutnya, ada beberapa sistem pemberantasan hama tikus, dengan Rodentisida, pengemposan, Gerakan Gropyokan dan dengan bantuan burung hantu.

Burung hantu dimanfaatkan, terang Ulis, karena sifat individu hewan itu tidak biasa bergerombol, tidak mampu membuat sarang dan rakus.

” Semalam seekor burung hantu bisa memakan 5 hingga 7 ekor tikus, karena caranya makan menyisakan bagian kepala, hingga tidak akan kenyang dengan makan satu tikus,” ujar Ulis.

Diharapkan pemasangan Rubuha ini, bisa mengurangi serangan hama tikus pada tanaman padi, sebagian palawija di tingkat kelompok tani.

Sistem ini, sambung Ulis, bisa efektif di wilayah yang relatif gampang untuk mendapatkan burung hantu, seperti pengalamannya di wilayah Kecamatan Ujungjaya.

Harapan kedepan, kata Ulis, pemerintah bisa memberikan stimulan berupa bantuan burung hantunya, ” Karena rubuhanya telah disediakan, tinggal ada burung hantunya, ” ujarnya.

Selama ini, kelompok tani secara swadaya mengusahakan sendiri burung hantu menggunakan alat-alat yang tidak layak pakai, murni swadaya kelompok tani.

( Tatang Tarmedi ) **

Berita Terkait

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD
TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang
Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge
Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Gelar UNSAP Adalah Awal Pengabdian Masyarakat
Kepercayaan Pusat Meningkat, Fasilitas Elit MAN IC Ujungjaya Mulai Dibangun
Jaga Keseimbangan Kerja dan Moral, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:12 WIB

TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge

Berita Terbaru