Upacara Adat ‘Ngalaksa di Rancakalong Digelar Hingga Minggu 18 Mei 2025, Kunjungilah !

- Pewarta

Kamis, 15 Mei 2025 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumedang pada acara adat Ngalaksa  Tahun 2025 di Rancakalong.

Bupati Sumedang pada acara adat Ngalaksa Tahun 2025 di Rancakalong.

HARIANSUMEDANG.COM – Upacara adat Ngalaksa 2025 sedang digelar di Bale Adat Desa Rancakalong mulai Selasa hingga Minggu (18/5/2025).

Acara diiisi pula dengan gelaran kesenian Tarawangsa yang menggambarkan kekayaan nilai spiritual dan budaya masyarakat Rancakalong.

Ngalaksa sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil panen padi persembahan kepada simbol Nyi Pohaci Sanghyang Sri.

Upacara tersebut  juga menggambarkan tahapan-tahapan kehidupan manusia yang dimulai dari dalam kandungan, lahir, menikah, dan mati.

Bagi masyarakat Rancakalong upacara tersebut merupakan perpaduan antara pengalaman religius dan estetika yang diwujudkan dalam bentuk simbol.

Sajarah Ngalaksa diawali dari satu bentangan sejarah dari abad ka 17
ketika Sumedang Larang di bawah nalendra Eyang Suradiwangsa.

Waktu itu Kerajaan Mataram sedang menguasai tatar Jawa, bermaksud menyerang VOC di Batavia. Para prajurit Mataram menghimpun bekal di Sumedang.

Konon semua hasil panen padi dan palawija yang ada di Rancakalong dibawa untuk bekal penyerangan, hingga tidak menyisakan untuk benih sekalipun.

Balukarna dirancakalong bener-bener euweuh nu bisa dipelak pikeun minuhan kabutuh hirup, iwal hanjeli nu bisa tumuwuh subur tur jadi bahan pangan  gaganti pare.

Ada satu tokoh bernama Eyang Jatikusumah, ia ingin memutus penderitaan rakyat karena tidak memiliki benih padi untuk ketahanan pangan waktu itu.

Beliau berjalan kaki ke Cirebon untuk mencari benih padi, namun perjalanannya banyak dijegal tentara Mataram.

Tidsk kehabisan akal, Eyang Jatikusumah mengirim utusan untuk ngadatangkeun dua orang seniman tarawangsa, Wiraguna dan Wiguna.

Rrombongan Wiraguna dan wiguna sepanjang jalan menggelar tarawangsa , hingga Prajurit Mataram juga turut menari, terbawa wirahma tarawangsa.

Kasempetan itu dimangfaatkan rombongan untuk menyusupkan. benih padi, disembunyikan di dalam tarawangsa.

Rombongan Wiraguna jdan Wiguna. sepanjang jalan bersuka ria setelah bisa membawa benih padi dari Cirebon. Rasa kegembiraan itu terus lahir hingga sekarang dengan upacara Ngalaksa.

( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Sekretaris DPRD Sumedang Ajak Warga Jaga Kebersihan Sambut Hari Tatar Sunda
PLN Sumedang Perkuat Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Jawa Barat, Prioritaskan Keamanan Masyarakat
Halal Bihalal PGRI Sumedang, Wabup Fajar Dorong Penguatan Profesionalisme dan Sinergi Guru
Sinergi RSUD Umar Wirahadikusumah dan SMAN 1 Sumedang Rencana Gelar Skrining Kesehatan Mata untuk Siswa
Sekda Tuti Ruswati Minta ASN Sumedang Tinggalkan Pola Kerja Administratif
Ratusan Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Tolengas, Kecamatan Tomo Sumedang
Progres 60 Persen, Jalan Ujungjaya-Conggeang Ditargetkan Rampung 12 Juni
PLN (Persero) UP3 Sumedang Serahkan Bantuan Pompa Listrik dan Sembako Kepada Kelompok Tani

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:42 WIB

Sekretaris DPRD Sumedang Ajak Warga Jaga Kebersihan Sambut Hari Tatar Sunda

Kamis, 30 April 2026 - 09:16 WIB

PLN Sumedang Perkuat Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Jawa Barat, Prioritaskan Keamanan Masyarakat

Rabu, 29 April 2026 - 12:49 WIB

Halal Bihalal PGRI Sumedang, Wabup Fajar Dorong Penguatan Profesionalisme dan Sinergi Guru

Rabu, 29 April 2026 - 11:16 WIB

Sinergi RSUD Umar Wirahadikusumah dan SMAN 1 Sumedang Rencana Gelar Skrining Kesehatan Mata untuk Siswa

Senin, 27 April 2026 - 11:06 WIB

Sekda Tuti Ruswati Minta ASN Sumedang Tinggalkan Pola Kerja Administratif

Berita Terbaru