DEN Jadikan Sumedang Percontohan Digitalisasi Bansos, 15 Investor Diajak Lihat Langsung

- Pewarta

Selasa, 8 September 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN SUMEDANG – Kabupaten Sumedang kembali menjadi perhatian dalam pengembangan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung penerapan Digital Public Infrastructure (DPI) dan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa (8/9/2026).

Tak hanya jajaran DEN, kunjungan tersebut turut membawa sekitar 15 investor muda dari berbagai institusi keuangan dan investasi.

Mereka diajak melihat bagaimana teknologi dimanfaatkan pemerintah daerah Sumedang untuk memperkuat akurasi data, mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos), sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Sumedang Jadi Percontohan Digitalisasi Pemerintahan

Perwakilan DEN, Lutfi, mengatakan Sumedang dipilih sebagai salah satu daerah percontohan karena dinilai memiliki praktik yang menarik dalam penerapan digitalisasi pemerintahan dan pengelolaan bansos.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana proses pelaksanaan bansos agar penyalurannya lebih akurat, efektif, dan cepat ter-update,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga diikuti sejumlah institusi, di antaranya Mainbank, Indopremier, Ashmore, BRI, Nusantara, dan Suko.

Kehadiran para investor diharapkan dapat memberikan perspektif langsung mengenai potensi daerah sekaligus membangun kepercayaan terhadap iklim investasi di Indonesia.

Penerapan Konsep Data-Driven Government

Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Sekretaris Dinas Kominfo Arif Syamsudin menjelaskan bahwa transformasi digital di Sumedang diarahkan bukan sekadar membangun aplikasi.

Teknologi ditempatkan sebagai enabler atau alat bantu untuk mempercepat pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Konsep yang dikembangkan adalah Data-Driven Government, dengan prinsip sederhana: good data, good decision, good result,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penerapannya terlihat melalui dashboard pemerintahan yang mengintegrasikan berbagai informasi strategis daerah.

Pimpinan dapat memantau kondisi APBD, realisasi belanja, serapan anggaran perangkat daerah hingga arus kas daerah secara lebih cepat.

“Dengan APBD sekitar Rp2,7 triliun, dashboard tersebut memberikan gambaran mengenai posisi anggaran dan realisasi belanja. Bahkan posisi saldo kas daerah di bank juga dapat dipantau,” jelasnya.

Verifikasi Data Akurat Lewat Ground Check dan IKD

Dikatakan Arif, tak berhenti di sektor keuangan, sistem tersebut juga digunakan untuk memantau capaian perlindungan sosial hingga tingkat kecamatan dan desa.

Pemkab Sumedang juga memperkuat proses verifikasi dan validasi penerima bantuan sosial.

“Data penerima tidak hanya mengandalkan satu indikator. Kondisi kesejahteraan masyarakat dicocokkan dengan berbagai variabel pendukung, termasuk kepemilikan aset seperti rumah, tanah, sertifikat dan kendaraan,” katanya.

Lanjut dikatakan Arif, pemutakhiran data juga dilakukan melalui ground check.

Kehadiran fisik warga diverifikasi menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sehingga proses pendataan tidak dapat begitu saja diwakilkan.

Data hasil verifikasi kemudian dapat dicocokkan dengan data pendukung lainnya, termasuk informasi PBB.

“Model tersebut dirancang untuk mengurangi kesalahan sasaran, duplikasi data dan memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria,” tuturnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Transformasi digital juga melibatkan aparatur pemerintah hingga tingkat masyarakat.

Seluruh ASN, termasuk guru, didorong berperan sebagai agen pendataan dengan membantu mengidentifikasi kondisi warga di lingkungan sekitar.

Sementara perangkat daerah ditunjuk sebagai PIC untuk mendampingi kecamatan dalam proses pemutakhiran data.

Pola kolaborasi ini membuat proses pendataan tidak hanya menjadi pekerjaan satu instansi, tetapi menjadi gerakan bersama lintas sektor.

“Bagi Sumedang, digitalisasi pada akhirnya bukan tentang seberapa banyak aplikasi yang dimiliki pemerintah, melainkan bagaimana data dapat digunakan untuk menghasilkan kebijakan yang lebih tepat dan pelayanan yang semakin cepat,” pungkasnya. ( Siti Kowati )

Berita Terkait

Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge
Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Gelar UNSAP Adalah Awal Pengabdian Masyarakat
Kepercayaan Pusat Meningkat, Fasilitas Elit MAN IC Ujungjaya Mulai Dibangun
Jaga Keseimbangan Kerja dan Moral, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur
Baksos VYNDA BAKTI UNTUK NEGERI, H Devy Rusdianto dan Hj dr Linda Raharjo Gelar Pengobatan Gratis di Desa linggajaya
Dekatkan Akses Warga, Pemkab Sumedang Gelar Gebyar Layanan Publik di Citimun

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Gelar UNSAP Adalah Awal Pengabdian Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Kepercayaan Pusat Meningkat, Fasilitas Elit MAN IC Ujungjaya Mulai Dibangun

Berita Terbaru