Kisah di Balik ‘Garasi Persib’ Sumedang: Totalitas Bobotoh Sejati dan Restu Hangat Sang Istri

- Pewarta

Senin, 1 Juni 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garasi Persib yang dibangun Jatnika Pria Utama dari kocek sendiri (kiri) Jatnika Pria Utama bersama komunitas Bobotoh Kolot Sumedang (kanan)

Garasi Persib yang dibangun Jatnika Pria Utama dari kocek sendiri (kiri) Jatnika Pria Utama bersama komunitas Bobotoh Kolot Sumedang (kanan)

Kisah di Balik ‘Garasi Persib’ Sumedang: Totalitas Bobotoh Sejati dan Restu Hangat Sang Istri

SUMEDANG — Dedikasi dan kecintaan terhadap klub sepak bola Persib Bandung memang kerap melampaui batas fanatisme biasa. Di Sumedang, sebuah bukti nyata cinta tak bersyarat kepada tim berjuluk Maung Bandung itu mewujud dalam sebuah bangunan khusus senilai ratusan juta rupiah yang kini dikenal sebagai “Garasi Persib”.

Menariknya, sosok di balik pembangunan fasilitas megah ini adalah seorang Kepala Sekolah yang juga aktif sebagai pengurus organisasi Bobotoh Kolot (BOBOKO) Distrik Sumedang—sebuah wadah para suporter senior yang dibina langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M.

Namun, di balik dinding-dinding Garasi Persib yang megah, ada kisah tentang keharmonisan rumah tangga, pengorbanan, dan keikhlasan seorang istri yang menjadi fondasi utamanya.

Transformasi Pengkolan Desakolot

Berdiri kokoh di wilayah Pengkolan Kp. Desakolot, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan, Garasi Persib didirikan bukan tanpa tujuan. Sang Kepala Sekolah sengaja merogoh kocek pribadinya demi menyediakan wadah resmi bagi para Bobotoh di Sumedang untuk bersilaturahmi dan menggelar acara nonton bareng (nobar).

Dampak kehadiran tempat ini begitu masif hingga mampu mengubah identitas geografis lokal. Kawasan yang dulunya akrab di telinga masyarakat sebagai “Pengkolan Wijaya”, kini bertransformasi dan lebih populer disebut warga sekitar dengan nama “Pengkolan Persib”.

Remote TV, Jadwal Belanja, dan Ratusan Juta Rupiah

Langkah besar sang Kepala Sekolah tentu tidak akan pernah terwujud tanpa adanya lampu hijau dan pengorbanan luar biasa dari sang istri. Di tengah fanatisme sepak bola yang kerap memicu riak dalam rumah tangga, sang istri justru memilih menjadi suporter nomor satu bagi hobi suaminya.

Keharmonisan dan toleransi tingkat tinggi di antara keduanya kerap terlihat dalam keseharian melalui momen-momen sederhana namun menyentuh:

  • Mengalah demi Layar Kaca: Ketika sang istri sedang menikmati tayangan televisi kesukaannya, ia akan dengan sukarela menyerahkan remote TV tanpa perdebatan begitu jadwal bertanding Persib tiba.

  • Menunda Agenda Belanja: Rencana berbelanja ke supermarket yang sudah diagendakan pun siap dibatalkan (cancel) oleh sang istri jika ternyata berbenturan dengan jadwal Maung Bandung merumput.

Lebih dari sekadar urusan domestik harian, peran sang istri melangkah jauh hingga ke ranah finansial. Dalam proses pembangunan fisik Garasi Persib yang menelan biaya hingga ratusan juta rupiah, ia mengalirkan dukungan penuh, baik secara moral maupun material.

“Kini, Garasi Persib di Desa Baginda bukan sekadar bangunan fisik biasa. Tempat ini telah bertransformasi menjadi simbol kesetiaan, totalitas Bobotoh, serta bukti nyata bagaimana keharmonisan sebuah keluarga justru kian erat ketika dipersatukan oleh rasa cinta terhadap Persib Bandung.” (Tang) ***

Berita Terkait

Larangan Suporter Tamu: Merawat Ketakutan atau Mendidik Kedewasaan?
Dua Bintang Kembar dari SMPN 1 Jatinangor: Mengukir Prestasi di Bidang Renang, Menatap Asa Nasional 
Mengejar Asa di Lapangan Hijau: Misi Skuad Muda Persima Majalengka Menembus Segi Empat Terbaik Jawa Barat
Sensasi Nobar ‘Mewah’ Berudara Segar: Garasi Persib Baginda Sumedang Siap Sambut Wa Haji Umuh
Alya Putri Nur Batrisya, Atlet Muda SMPN 1 Jatinangor Sabet Juara 1 Kejurda Aquathlon Jawa Barat
Perjalanan Persib Hadapi  Tantangan Jadwal Super League 2026/2027 Ini Belum di Kancah Asia
Nobar Final Persib di Saung Nganteur Kahayang Majalengka: Wadah Solideritas Bobotoh Sekaligus Penggerak UMKM Lokal
Jelang Final Piala Presiden 2026, Boboko Distrik Sumedang Serukan Aksi “Bobotoh Cerdas dan Dewasa”

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:52 WIB

Larangan Suporter Tamu: Merawat Ketakutan atau Mendidik Kedewasaan?

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Dua Bintang Kembar dari SMPN 1 Jatinangor: Mengukir Prestasi di Bidang Renang, Menatap Asa Nasional 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Mengejar Asa di Lapangan Hijau: Misi Skuad Muda Persima Majalengka Menembus Segi Empat Terbaik Jawa Barat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Sensasi Nobar ‘Mewah’ Berudara Segar: Garasi Persib Baginda Sumedang Siap Sambut Wa Haji Umuh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Alya Putri Nur Batrisya, Atlet Muda SMPN 1 Jatinangor Sabet Juara 1 Kejurda Aquathlon Jawa Barat

Berita Terbaru

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB