Table of Contents
Toggle“Garasi Persib” Simbol Kecintaan Kasek Jatnika Pria Utama Pada “Maung Bandung”
Bukan sekadar pendukung biasa, Jatnika kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Distrik Sumedang Boboko (Bobotoh Kolot) yang dibina langsung Bupati Dony Ahmad Munir. Kecintaannya yang mendalam terhadap Persib bahkan berhasil mengubah lanskap geografis dan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Dari “Garasi Persib” hingga Mengubah Nama Pengkolan
Saking menggebu-gebunya rasa cinta terhadap Persib, Jatnika mendirikan sebuah tempat khusus yang dinamai “Garasi Persib”. Berlokasi di wilayah Pengkolan, Kampung Desakolot, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan, tempat ini didirikan sebagai wadah silaturahmi sekaligus pusat berkumpulnya para Bobotoh.
“Garasi Persib ini sengaja diperuntukkan sebagai tempat nonton bareng (nobar) setiap kali Persib bertanding, sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para Bobotoh di wilayah sekitar,” ujar Jatnika.
Dampak dari masifnya kegiatan di Garasi Persib ini sangat luar biasa. Wilayah yang semula dikenal warga sekitar dengan nama Pengkolan Wijaya, kini mengalami pergeseran budaya yang unik. Tempat tersebut sekarang jauh lebih populer di telinga masyarakat dengan sebutan Pengkolan Persib.
‘Kalah’ dari Istri, Kecuali untuk Persib
Di balik dedikasinya yang tinggi di luar rumah, Jatnika dengan nada kelakar mengaku sebagai sosok suami yang selalu mengalah pada istri. Namun, ia menegaskan ada satu pengecualian mutlak yang tidak bisa diganggu gugat: Persib Bandung.
Urusan Pangeran Biru adalah satu-satunya hal yang bisa memicu sedikit ketegangan dengan Sang Istri. Jatnika menceritakan bagaimana ia harus berebut televisi ketika jadwal pertandingan Persib bentrok dengan jadwal sinetron kesukaan istrinya.
“Lebah dinya mah kajeun pasea jeung pamajikan (Kalau di bagian itu, biarpun harus bertengkar dengan istri, saya siap),” seloroh Jatnika menggunakan bahasa Sunda yang kental.
Tak hanya urusan remot televisi, ketegangan kecil juga kerap terjadi jika sang istri meminta diantar berbelanja ke supermarket tepat pada saat Persib sedang berlaga.
Baca Juga:
Dongkrak Ekonomi Warga, Pemdes Palasari Gulirkan Program PKTD dan Stimulan Rutilahu
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Sumedang Ajak Masyarakat Teguhkan Nilai Persatuan
Berakhir Indah: Istri Tertular “Demam” Persib
Namun, kisah ketegangan dengan istri ini berakhir dengan harmonis. Seiring berjalannya waktu, kegigihan dan ketulusan Jatnika justru berhasil melunahkan hati sang istri.
Kini, sang istri tidak hanya memahami hobi suaminya, melainkan telah tertular “demam” Persib. Ia ikut bertransformasi menjadi seorang Bobotoh Persib dan selalu memberikan dukungan penuh kepada Jatnika, baik dalam mendampingi menonton pertandingan maupun dalam berbagai kegiatan organisasi di Bobotoh Kolot (Boboko) Sumedang.
Kisah Jatnika Pria Utama menjadi bukti nyata bahwa sepak bola bukan sekadar permainan 90 menit di lapangan, melainkan sebuah energi yang mampu menyatukan, mengubah lingkungan, dan pada akhirnya, membawa keharmonisan di dalam keluarga. (Tang) “**








