BANDUNG — Persib Bandung resmi menobatkan diri sebagai penguasa absolut sepak bola Indonesia. Keberhasilan Maung Bandung mengunci gelar juara kasta tertinggi liga domestik tiga musim berturut-turut (hattrick juara) tidak hanya memicu ‘gempa’ euforia di tanah air, tetapi juga mendapat sorotan tajam dari panggung sepak bola internasional.
Sentuhan magis taktik Bojan Hodak yang dipadukan dengan performa legiun asing kelas dunia sukses memaksa media-media Eropa angkat topi terhadap kedigdayaan klub kebanggaan Jawa Barat ini.
Kurzawa Sempurnakan Koleksi Trofi, Media Prancis Beri Hormat
Media sepak bola terkemuka Prancis, BeFootball, menyoroti dampak instan yang dibawa oleh mantan penggawa Paris Saint-Germain dan AS Monaco, Layvin Kurzawa. Bek kiri berpengalaman tersebut dinilai sukses menjadi kepingan taktik krusial yang menyempurnakan lini pertahanan sekaligus agresivitas sektor sayap Pangeran Biru.
BeFootball: “Layvin Kurzawa Menangkan Gelar Liga di Indonesia Bersama Persib Bandung”
“Petualangan baru, kejayaan baru. Mantan bek kiri Paris Saint-Germain dan AS Monaco, Layvin Kurzawa, berhasil menambah koleksi trofi profesionalnya di benua Asia. Kurzawa sukses mengawal Persib Bandung menjuarai kompetisi kasta tertinggi Indonesia setelah memenangi drama persaingan sengit hingga pekan terakhir.
Meski sempat meredup di akhir karier Eropa-nya, Kurzawa bertransformasi menjadi pilar tak tergantikan di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak. Trofi di Indonesia ini resmi menjadi gelar profesional ke-22 sepanjang karier sang bek kiri, bersanding dengan 20 trofi domestik bersama PSG dan satu gelar juara bersama Monaco.”
Simfoni Lini Tengah dan Rekor Bersejarah di Bawah Radar Eropa
Tidak hanya lini belakang, poros tengah Persib Bandung yang dihuni duet bintang internasional juga memicu gelombang pemberitaan di Belanda dan Eropa. Sorotan tajam mengarah pada dinamisme Eliano Reijnders—adik kandung bintang AC Milan, Tijjani Reijnders—serta jenderal lapangan tengah Thom Haye yang berhasil mendikte tempo permainan sepanjang musim.
Media Belanda & Eropa: “Efek Reijnders dan Sejarah Baru: Klub Indonesia Kuasai Liga Tiga Kali Beruntun”
“Raksasa sepak bola Indonesia, Persib Bandung, resmi mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola modern Asia Tenggara dengan mengamankan gelar juara liga tiga musim berturut-turut. Konsistensi luar biasa ini dikunci pada pekan ke-34, di mana skuad asuhan Bojan Hodak unggul secara head-to-head atas pesaing terdekat mereka, Borneo FC.
Sorotan global tertuju pada konduktor serangan mereka, Eliano Reijnders. Pemain serba bisa ini membuktikan kapasitasnya sebagai motor serangan yang mematikan. Pasca-laga, atmosfer perayaan di Kota Bandung dilaporkan jauh lebih masif dan intimidatif ketimbang pesta juara di Eropa; lautan manusia dan nyala suar (flare) total melumpuhkan pusat kota, merayakan dinasti baru sepak bola Indonesia.”
Catatan Konsistensi: Dari ‘Koning’ Kuipers hingga Beltrame
Dominasi global Persib sebenarnya bukan cerita baru. Jauh sebelum musim ini, media Belanda sempat menjuluki bek tangguh Nick Kuipers sebagai “Koning Kuipers” (Raja Kuipers) saat merayakan gelar juara sebelumnya, mengibaratkan pesta juara di Bandung 25 kali lebih gila daripada karnaval terbesar di Belanda.
Beg pula media Italia, Biella, yang sempat mengulas magis mantan pemain Juventus, Stefano Beltrame, saat mengawali rantai juara beruntun Persib.
Baca Juga:
Ukir Sejarah Baru, Persib Bandung Cetak Hattrick Juara dan Amankan Bintang Kelima
Camat Tanjungsari Lantik 6 BPD: Jalankan Fungsi Pengawasan dan Legislasi dengan Amanah
Analisis Akhir: Dengan fondasi taktik yang kokoh, materi pemain kelas Eropa, dan sokongan finansial yang sehat, Persib Bandung kini tidak hanya dipandang sebagai sekadar klub lokal, melainkan sebuah kekuatan sepak bola modern di Asia dengan basis kultural suporter paling fanatik di dunia. Dinasti Maung Bandung tampaknya masih jauh dari kata usai. ( Tatang Tarmedi ) ****








