Table of Contents
ToggleSukses Tanpa Ekses: Tata Kelola PCMB 2026 di SMAN 1 Sumedang Jadi Percontohan
HARIANSUMEDANG.COM – Di tengah maraknya polemik yang mewarnai pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) dan program Sekolah Maung di berbagai daerah, SMAN 1 Sumedang justru menorehkan prestasi dalam hal tata kelola.
Sekolah ini berhasil mengawal seluruh rangkaian proses, mulai dari pendaftaran, verifikasi, pemetaan, hingga pengumuman hasil seleksi dengan aman dan kondusif.
Kepala SMAN 1 Sumedang, Titin Suryati Sukmadewi, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan.
Keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan yang matang dan profesionalisme tim yang telah dibentuk sejak awal.
“Kami menyiapkan tim verifikator jauh hari sebelum proses pendaftaran dibuka. Setiap anggota tim memahami betul tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ketika ada kendala teknis di lapangan, mereka mampu menyikapinya dengan cepat dan tepat,” ujar Titin.
Soliditas Tim Jadi Kunci Antisipasi Kendala Sistem
Titin tidak menampik adanya gangguan teknis pada sistem aplikasi pendaftaran—kendala serupa yang juga dikeluhkan oleh banyak sekolah lain di wilayah Jawa Barat.
Namun, berkat kesiapan dan ketelitian tim verifikator SMAN 1 Sumedang, masalah tersebut berhasil diredam tanpa mengganggu jalannya seleksi.
Kelancaran ini didukung oleh sinkronisasi yang kuat di antara tiga pilar utama, yaitu:
-
Tim Pendaftaran
-
Tim Pemetaan
-
Tim Verifikasi Administrasi
Koordinasi yang intensif dan evaluasi harian memastikan seluruh informasi mengenai kuota, jadwal, dan kriteria seleksi tersampaikan secara seragam dan tanpa miskomunikasi.
Baca Juga:
Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional: Menanti Babak Baru Setelah Pengajuan Justice Collaborator
Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Wabup Sumedang: ‘Aisyiyah Selalu Menjadi Pelita Peradaban
Transparansi Informasi Redam Keresahan Publik
Selain soliditas internal, keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi strategi utama SMAN 1 Sumedang dalam mencegah konflik.
Sekolah memastikan seluruh data yang disajikan kepada orang tua wali murid bersifat akurat dan transparan demi menghindari multitafsir.
Menanggapi dinamika perubahan skor dan pergeseran peringkat sementara yang sempat memicu pertanyaan di masyarakat, Titin memberikan penjelasan yang klir.
Menurutnya, perubahan tersebut terjadi karena dua faktor logis:
Baca Juga:
SMPN 2 Tanjungsari Lepas 356 Siswa, Cetak 10 Lulusan Terbaik dan 3 Peraih TKA Terbaik Jabar
Financial Resilience Index Sun Life Asia: Keamanan Finansial Menurun Akibat Tekanan Biaya Hidup
-
Penyesuaian Skor Aplikasi: Sistem melakukan sinkronisasi otomatis agar selaras dengan petunjuk pelaksanaan yang diatur dalam Keputusan Gubernur (Kepgub).
-
Input Nilai TKA Berkala: Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) masuk ke dalam sistem secara bertahap, sehingga wajar jika terjadi pergeseran posisi pada klasemen sementara.
Setelah pihak sekolah memberikan edukasi dan penjelasan secara gamblang, masyarakat serta orang tua calon siswa dapat menerima proses tersebut dengan baik.
Refleksi dan Rujukan Pendidikan
Keberhasilan SMAN 1 Sumedang dalam menyelenggarakan PCMB 2026 diharapkan mampu menjadi cetak biru (blueprint) atau rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat.
Perpaduan antara kesiapan SDM, ketepatan mitigasi teknologi, dan komunikasi publik yang transparan terbukti ampuh menciptakan penerimaan siswa baru yang tertib.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik. Sistem yang sempurna tetap membutuhkan manusia yang siap dan profesional di belakangnya,” pungkas Titin. ( Tatang Tarmedi / redaksi ) ****









