HARIAN SUMEDANG — Ketegangan melanda Kampung Pangkalan, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, pada suatu malam. Bukan karena ada teror gaib, melainkan karena musibah terbesar bagi seorang pencinta sepak bola lokal: listrik rumah padam mendadak tepat saat Persib Bandung bertanding.
Sari (52), pemilik rumah, sempat mengira pemadaman tersebut adalah gangguan massal. Namun, kepanikan mulai melanda ketika ia mengintip ke luar jendela dan mendapati rumah tetangganya terang benderang.
Tak ingin ketinggalan menyaksikan aksi tim kesayangannya, Sari bergerak cepat meminta adiknya menghubungi petugas PLN ULP Tanjungsari. Tanpa perlu menunggu hitungan jam, respons cepat langsung ditunjukkan.
Kurang dari 60 menit setelah telepon ditutup, tim teknisi sudah sampai di lokasi malam-malam, siap bertindak bak pasukan tanggap darurat. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata biang keroknya adalah unit kWh meter tua yang sudah waktunya “pensiun”.
Tanpa berbelit-belit, petugas tadi dilangsung mengganti perangkat lama tersebut dengan kWh meter baru di tempat. Aksi sigap ini tak hanya menyelamatkan babak kedua pertandingan Maung Bandung, tetapi juga menyisakan cerita unik lainnya.
Merasasangat terbantu, Sari berniat memberikan uang lelah atau sekadar “uang rokok” untuk petugas. Namun, secara profesional dan sopan, petugas PLN tersebut tegas menolak pemberian tersebut.
Layanan tanggap cepat dan integritas tinggi dari PLN UP3 Sumedang ini sukses menuai pujian keluarga Sari. Selain listrik kembali menyala terang, profesionalisme petugas tanpa pungli makin membuat pelanggan merasa aman dan puas. (Gl)






