SUMEDANG, 29 AGUSTUS 2026 – Sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen mendukung kemandirian masyarakat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan pemberdayaan dan kemandirian ekonomi kepada Pesantren Al-Yaqin yang berlokasi di Dusun Babakan Mulya, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/08) kemarin.
Pesantren Al Yaqin tumbuh dari semangat kebersamaan komunitas mualaf dan masyarakat asal Indonesia Timur, termasuk warga eks pengungsi Timor Timur yang kini menetap dan membangun kehidupan baru di wilayah Kabupaten Sumedang. Di tengah keterbatasan yang ada, pesantren tersebut terus berkembang menjadi ruang pendidikan keagamaan sekaligus pusat pembinaan masyarakat.
Bantuan dari YBM PLN diarahkan untuk mendukung pengembangan dan kemandirian ekonomi Pesantren Al Yaqin, sehingga pesantren tidak hanya mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat mengembangkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi pengelola, santri, maupun masyarakat di sekitarnya.
Dian Widiana Kuswara, Manager PLN UP3 Sumedang mengapresiasi semangat komunitas yang membangun Pesantren Al Yaqin dengan menjadikan kebersamaan, pendidikan, dan nilai keagamaan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Pesantren Al-Yaqin di Desa Gunung Manik ini memiliki ketangguhan dan semangat luar biasa dalam membangun kehidupan baru yang lebih baik. Semangat untuk bangkit, mandiri, dan membangun masa depan bersama merupakan nilai yang patut kita dukung. Melalui YBM PLN UP3 Sumedang, kami merasa terpanggil untuk hadir membersamai perjuangan para pengurus, santri, dan komunitas mualaf di sini. Semoga bantuan ini dapat dioptimalkan dengan baik dan membawa keberkahan serta manfaat luas secara berkelanjutan bagi santri dan warga sekitar Babakan Mulya,” ujar Dian.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Muhamad Joharifin, menyampaikan bahwa YBM PLN secara konsisten hadir memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang memiliki semangat tinggi dalam membangun kemandirian.
“YBM PLN mengemban amanah mengelola dana kebaikan para pegawai untuk menghadirkan keberkahan dan dampak sosial yang terukur. Kami ingin setiap bantuan yang disalurkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi. Pemberdayaan lembaga pendidikan dan keagamaan seperti pesantren memiliki nilai strategis karena manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Inilah bagian dari ikhtiar bersama menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Joharifin.
(Tatang Tarmedi / Red/






