HARIAN SUMEDANG — Rentetan peristiwa kebakaran lahan melanda wilayah binaan Koramil 1004/Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (5/9).
Dalam kurun waktu satu hari, tiga titik api terdeteksi mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari.
Kejadian pertama dilaporkan pada pukul 10.06 WIB di Dusun Cinangka, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan. Kebakaran melalap area rumpun bambu seluas 2.000 meter persegi.
Api berhasil dipadamkan sejam kemudian berkat kesigapan tim gabungan Damkar Tanjungsari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat.
Insiden kedua terjadi pada pukul 12.00 WIB di kawasan pertigaan Simpang Pamulihan.
Lahan bekas proyek Tol Cisumdawu seluas 3.000 meter persegi yang ditumbuhi alang-alang kering terbakar hingga memicu kepulan asap tebal yang sempat mengganggu lalu lintas.
Situasi paling kritis berlangsung pukul 14.00 WIB di Dusun Pasir Buluh, Desa Nangerang, Kecamatan Sukasari.
Kebakaran rumpun bambu dan alang-alang di lokasi ini berbatasan langsung dengan hutan pinus KPH Perhutani Manglayang Timur, sehingga berisiko tinggi meluas ke kawasan hutan.
Operasi pemadaman di Sukasari dipimpin oleh Sersan Dody bersama Babinsa, aparatur desa, warga, dan anggota LMDH Perhutani.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Bakar Semangat 1.007 Mahasiswa Baru UNSAP dan STAI Sumedang
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
Setelah penanganan intensif, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.00 WIB.
Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berisiko di tengah ancaman musim El Nino.
Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah sembarangan, atau membuang puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
Kapten Inf Agus Hermawan juga menyoroti keterbatasan sarana penanggulangan bencana di lapangan.
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
IRI Indonesia Ajak Gereja di Papua Barat Daya Jadikan Mimbar sebagai Suara Perlindungan Hutan Papua
Wilayah cakupan Tanjungsari yang meliputi enam kecamatan saat ini hanya ditopang oleh satu unit armada pemadam kebakaran dengan kondisi peralatan yang terbatas.
Kendati menghadapi kendala fasilitas, pihak Koramil mengapresiasi koordinasi cepat seluruh elemen yang terlibat.
Diantaranya unsurTNI, Polri, Damkar, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui grup WhatsApp Siaga Darurat Patas yang membuat penanganan kebakaran berjalan efektif. ( Dody NSH )








