Bupati H. Dony Ahmad Munir Kupas Makna Simbolis Olah Raga Paralayang

- Pewarta

Minggu, 13 September 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN SUMEDANG – Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir menegaskan, paralayang mengajarkan keberanian, kepercayaan diri, hingga kemampuan membaca keadaan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Dony saat membuka WJPC 2026 di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Minggu (13/9/2026).

Kompetisi skala internasional ini berlangsung pada 12–20 September 2026. Sebanyak 88 pilot dari 13 negara turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.

Peserta terdiri dari 55 pilot mancanegara dan 33 pilot asal Indonesia.

Di hadapan para peserta dan aparatur sipil negara (ASN), Dony mengajak masyarakat mengambil hikmah dari olahraga terbang bebas tersebut.

“Dalam paralayang, orang memiliki keberanian untuk menantang angin. Memiliki kepercayaan diri untuk terbang tinggi dan kemampuan membaca arah angin,” ujar Dony.

Filosofi itu dinilai sangat relevan dengan dinamika kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan zaman.

Seorang pilot paralayang tidak hanya mengandalkan nyali untuk terbang. Keahlian memahami kondisi angin, menjaga keseimbangan, dan mengambil keputusan cepat menjadi kunci utama.

Dony menyoroti tiga pelajaran penting dari paralayang yang patut diterapkan pemerintah dan masyarakat.

Pertama, keberanian menghadapi tantangan. Menurutnya, kemajuan tidak akan pernah lahir tanpa keberanian mengambil langkah baru.

Kedua, rasa percaya diri untuk terbang lebih tinggi demi mencapai target yang lebih besar.

Ketiga, kemampuan membaca arah zaman. Sama halnya pilot yang tidak bisa memaksakan kehendak terhadap angin, manusia harus pandai menyesuaikan strategi dengan situasi.

“Berani menghadapi tantangan, berani melompat maju ke depan, dan kita bisa lebih bijak membaca arah zaman,” tuturnya.

Selain filosofi kepemimpinan dan keberanian, WJPC 2026 juga membawa misi perdamaian serta persahabatan antarnegara.

Kehadiran puluhan pilot internasional membuktikan bahwa olahraga mampu melampaui sekat perbedaan bangsa dan latar belakang.

“Hari ini di langit Sumedang berkumpul 13 negara. Ternyata olahraga bisa menyatukan bangsa-bangsa tanpa batas,” ungkap Dony.

Ajang ini sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata untuk mengenalkan keindahan alam Sumedang ke tingkat dunia.

Potensi wisata unggulan seperti Batu Dua dan kawasan Jatigede menjadi daya tarik utama bagi para pesera.

Dony pun mengajak para pilot mancanegara untuk kembali berkunjung ke Sumedang di masa mendatang bersama keluarga dan komunitas mereka. ( Siti Kowati )

Berita Terkait

Terbukti Hemat Biaya dan Anakan Melimpah, Poktan Sumber Rejeki Siap Akselerasi PM AAS di Ujungjaya
Sumedang Gelar Pilkades Digital 2026, Kecamatan dari Majalengka Gelar Studi Banding
Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD
TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang
Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge
Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Gelar UNSAP Adalah Awal Pengabdian Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Terbukti Hemat Biaya dan Anakan Melimpah, Poktan Sumber Rejeki Siap Akselerasi PM AAS di Ujungjaya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sumedang Gelar Pilkades Digital 2026, Kecamatan dari Majalengka Gelar Studi Banding

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:12 WIB

TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya

Berita Terbaru