HARIANSUMEDANG.COM — Wacana pemindahan ibu kota sudah terjadi sejak lama dengan beragam pemicu.
Hal itu membuat pemerintah mengkaji permasalahan dan memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan.
Maka dari itu lewat buku ini dipaparkan 9 alasan dan 8 harapan dari pemindahan ibu kota tersebut.
Andrinof A. Chaniago dan M. Jehansyah Siregar Sang penulis meluncurkannya di Auditorium Kementerian PUPR pada 14 Agustus 2024.
Pemindahan ibu kota ke Nusantara diharapkan akan menjadi penggerak kota-kota disekitarnya.
“Ibu Kota Nusantara sebagai penggerak ekonomi di kawasan Kalimantan Timur,” ujar Andrinof.
Menurutnya, ibu kota yang sedang dibangunn saat ini diharapkan memiliki model ekonomi penunjang sebuah kota.
” Bisnis muncul boleh, tapi yang melayani jalannya sebuah kota,” tambahnya.
Selain membenahi kawasan pusat pemerintahan, pemindahan ini juga diharapkan membantu mengurangi beban di ibu kota sebelumnya.
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Buku yang berisikan data valid, menjelaskan secara logika objektif alasan diperlukannya memindahkan ibu kota ke Kalimantan.
Ada pula harapan-harapan untuk ibu kota baru nantinya setelah pemindahan dilaksanakan.
Terutama menjadi kota dunia untuk semua dengan konsep smart and sustainable forest city.
“Momen peluncuran ini juga sebagai momentum meluruskan secara ilmiah atau objektif, mengapa ibu kota harus dipindahkan.Disertai dengan harapan kedepannya.
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Karena disamping banyaknya kritik yang berlandaskan rumor belaka, disini kita luruskan kembali dengan data valid,” ujar Andrinof.
Wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah terjadi sejak lama, bahkan terus berlanjut.
“Tentunya pemindahan ibu kota itu sangat perlu peran dari pemimpin, nah saat pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu wacana terus berjalan,
hingga akhirnya saat pemerintahan Pak Jokowi tereksekusi pemindahan ibu kota ke Nusantara,” ungkap M. Jehansyah Siregar
Harapan dengan lahirnya buku ini dapat membuka wawasan masyarakat lebih luas tentang pemindahan ibu kota ke Kalimantan dari kacamata ilmiah
Secara objektif, serta membantu melihat potensi-potensi yang ada di Ibu Kota Nusantara kedepannya.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan para ahli di bidangnya. ( Ikn.go.id / Tatang Tarmedi ) ***












