Dari 10 Mengerucut Jadi 6  Bakal Calon Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB)  2025 – 2030

- Pewarta

Sabtu, 16 November 2024 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM – Pada Jumat, 15/11/ 2024, Senat Akademik Institut Teknologi Bandung (SA ITB)  menyelenggarakan Sidang Pleno Tertutup untuk memilih 6 Bakal Calon Rektor ITB.

Pemilihan ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh 51 dari 53 anggota Senat Akademik ITB. Berikut adalah penulisan nama-nama 6 Bakal Calon Rektor ITB yang telah terpilih (disusun secara alfabet):

Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (No. Urut 5) , Dr. Donald Crestofel Lantu, S.T., MBA, Ph.D. (No. Urut 9), Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. (No. Urut 6)

Ir. Sigit Puji Santosa, MSME., Sc.D., IPU (No. Urut 8), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. (No. Urut 7), Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D. (No. Urut 10)

Para Bakal Calon Rektor ini akan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya untuk menentukan 3 Calon Rektor ITB Periode 2025-2030.

Prof. Brian  Yuliarto, merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB yang berasal dari Kelompok Keahlian (KK) Teknologi Nano dan Kuantum.

Beliau menamatkan studi S1 di Jurusan Teknik Fisika ITB pada tahun 1999 serta S2 dan S3 di Jurusan Quantum Engineering and System Science Department, University of Tokyo pada tahun 2005.

Prof. Irwan Meilano menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Geodesi di ITB pada tahun 1997.

Beliau kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister dan doktoral dalam bidang Earth Science di Nagoya University, Jepang.

Saat ini, Prof. Irwan menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB.

Prof. Tatacipta merupakan lulusan dari ITB baik program sarjana (1988-1993) maupun program magister (1993-1995).

Beliau kemudian melanjutkan pendidikan Doktor di Wessex Institute of Technology (1995-1997) yang kemudian ditransfer ke Queen Mary University of London (1997-2000).

Prof. Tata juga kembali melanjutkan pendidikan profesi insinyur di ITB pada 2019.

Sekaligus tenaga pendidik di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 19 Juli 1967, beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana di bidang Teknik Mesin dari ITB dengan predikat First Class Honor pada tahun 1991.

Beliau melanjutkan pendidikannya di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science in Mechanical Engineering (MSME) pada 1997.

Kemudian beliau meraih gelar Doktor (Sc.D.) dalam bidang Mekanika Struktur Komputasional pada 1999, serta gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) yang dikeluarkan oleh Indonesian Professional Engineer pada 2017.

Donald Crestofel Lantu, S.T., M.B.A.,
Beliau memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Sarjana Industrial Engineering (S.T.) dari ITB tahun 2000.

Gelar Master of Business Administration (M.B.A.) dari ITB tahun 2004, dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Organizational Leadership dari Massey University tahun 2012.

Prof. Wahyu Srigutomo, merupakan seorang dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sebelumnya, beliau juga merupakan alumni sarjana dan magister di Institut Teknologi Bandung angkatan 1989 dan 1995. Kemudian kembali mengambil Program Studi Profesi Insinyur di ITB pada tahun 2020. Sumber : rektorkita.itb.ac.id./

( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas
Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton
Pria di Batam Bunuh Mantan Pasangan Sesama Jenis, Polisi Sebut Pelaku Sempat Buntuti Korban
Kronologi Petugas Pembersih Kaca di Surabaya Meninggal Dunia, Tersangkut Tali dan Menggelantung di Gondola
Menag: Tingkat Kerukunan Umat Beragama Indonesia di 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:54 WIB

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih

Rabu, 22 April 2026 - 04:55 WIB

Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Senin, 6 April 2026 - 15:53 WIB

AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:19 WIB

Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:13 WIB

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton

Berita Terbaru