HARIANSUMEDANG.COM – Gerakan Literasi Sekolah (GLS), sebuah upaya berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang literat sepanjang hayat.
Di SMP Negeri 2 Rancakalong (Nedura), GLS digelar setiap Selasa dan Rabu dengan bertajuk ‘Lentera’ (Literasi dan Numerasi Nedura), khusus untuk bulan April ini berbarengan dengan Kartiniday.
Dikatakan Neneng Sukasih, Guru Pembina OSIS SMP Nedura, semua anak kelas VII, VIII dan IX terlibat dalam program ‘Lentera’ yang berdurasi sekitar 15 menit.
” Temanya berbeda-beda, tentang kearifan lokal, termasuk makanan khas di Rancakalong. Si anak disuruh membuat resume dari apa yang telah mereka baca selama dua bulan,” imbuhnya.
Siswa memilih tema atau judul yang mereka sukai, kemudian meresum ke dalam bentuk tulisan, ditambahkan dengan kreativitas mereka berbentuk gambar-gambar atau bingkai.
Kreasi mereka itu dikumpulkan ke wali kelas masing-masing, seterusnya ada reward terhadap kreasi terbaik dari masing-masing kelas.
Kepala SMP Negeri 2 Rancakalong, Deni Kurniawan, menambahkan bahwa program ‘Lentera’ beranjak dari hasil rapor pendidikan sekolah Nedura yang lemah menurun di aspek literasi dan numerasi.
” Maka program ini muncul, sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan nilai rapor literasi dan numerasi sekolah. Perencanaan basis datanya dari sana, ” ungkap Deni.
( Tatang Tarmedi ) ***
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026







