RANCAKALONG – Pernahkah anda dengar Arya Kamandanu, nama seorang tokoh fiktif dalam cerita legendaris Tutur Tinular, yang berlatar belakang sejarah runtuhnya Kerajaan Singhasari hingga berdirinya Kerajaan Majapahit dan makamnya ada di lereng Gunung Arjuna, Jawa Timur.
Nama hampir mirip dengan tokoh fiktif tersebut, Aviary Kamandanu, kini hadir di SMP Negeri 2 Rancakalong. Aviari Kamadanu sebuah unit kandang yang luas dan tertutup untuk memelihara burung, memungkinkan mereka terbang dan bergerak bebas dalam ruang menyerupai habitat aslinya.
Menurut Deni Kurniawan, Kepala SMP Nedura ini, Aviary Kamandanu ( Kandang Manuk Dunya Atikan Nedura Unik ) lebih dari sekadar kandang burung biasa, tapi dirancang untuk menyediakan lingkungan yang nyaman bagi burung, serta untuk keperluan konservasi, pendidikan, dan rekreasi bagi para siswa SMP Nedura.
Aviary Kamandanu kata Deni, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan akademis, Ornitologi, yaitu cabang ilmu zoologi yang berfokus pada aspek-aspek burung seperti perilaku, ekologi, anatomi, fisiologi, migrasi, klasifikasi, dan konservasinya.
Selain itu menurut kasek, manfaat yang ingin didapatkan, bisa meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa, melalui pengamatan dan perawatan burung. Siswa dapat belajar tentang tanggung jawab dan empati untuk cinta lingkungan melalui melestarikan burung.
Aviary Kamandanu merupakan terobosan inovatif unik pertama yang dijalankan Kasek Deni Kurniawan setelah kepindahan tugasnya dari SMP Negeri 4 Pamulihan. Selama memegang SMP Negeri di Desa Cinanggerang itu, banyak inovatif yang kini lekat menjadi warisan prestasi sekolah. *** Tatang Tarmedi







