Persepsi Marriage is Scary Apakah Penyebab Menurunnya Angka Pernikahan ?

- Pewarta

Kamis, 11 September 2025 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, perkawinan bukan sesuatu yang menakutkan jika dipersiapkan dengan baik. ( Sumber Kemenag.go.id )

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, perkawinan bukan sesuatu yang menakutkan jika dipersiapkan dengan baik. ( Sumber Kemenag.go.id )

JAKARTA –  Fenomena generasi muda yang memandang perkawinan sebagai hal menakutkan kian mencuat. Ungkapan “marriage is scary” kerap muncul di media sosial dan percakapan sehari-hari.

Kementerian Agama (Kemenag) menilai pandangan ini perlu diluruskan agar tidak menghambat lahirnya keluarga yang tangguh demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, perkawinan bukan sesuatu yang menakutkan jika dipersiapkan dengan baik.

“Ini tantangan bagi kita semua. Kita harus memberi edukasi agar generasi muda memahami pernikahan secara benar,” ujarnya,  Rabu (10/9/2025).

Data menunjukkan penurunan dari 2.033.585 pernikahan (2019), 1.780.346 (2020), 1.743.450 (2021), 1.719.592 (2022), 1.577.493 (2023), hingga 1.478.424 pada 2024.

Tren ini, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari perubahan persepsi generasi muda terhadap perkawinan.
Untuk itu, Kemenag terus memperkuat program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin).

Program ini membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan hidup sebelum memasuki rumah tangga, termasuk keterampilan komunikasi, pengelolaan keuangan keluarga, dan manajemen konflik.

“Dengan persiapan yang baik, perkawinan menjadi perjalanan yang menyenangkan, bukan menakutkan,” jelasnya.

Abu juga menegaskan pentingnya pencatatan nikah sebagai perlindungan hukum bagi pasangan, terutama perempuan dan anak.

“Pencatatan nikah adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya pernikahan yang tercatat,” paparnya.

Ia menambahkan, Ditjen Bimas Islam tidak hanya mengelola pelayanan nikah dan rujuk. Ada pula program penguatan keluarga sakinah, pembinaan masjid dan musala, pemberdayaan zakat dan wakaf.

Selain itu,  penyuluhan agama Islam, pengelolaan hisab rukyat dan syariah, serta jaminan produk halal. Semua diarahkan untuk menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam kerangka RPJMN 2025–2029, pembangunan bidang agama menjadi prioritas penguatan karakter bangsa, moderasi beragama, dan peningkatan kualitas layanan keagamaan.

Ketua Umum PP Wanita Islam, Marfuah Musthofa, menyambut baik penjelasan Kemenag. Menurutnya, pencatatan nikah bukan sekadar administrasi, tetapi juga bagian dari perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.

“Di usia ke-63 tahun, Wanita Islam akan terus berkomitmen menguatkan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Kami siap bersinergi dengan Kemenag untuk upaya-upaya tersebut,” tandasnya. *** Tatang

Berita Terkait

Ancaman Tambang Nikel & Moratorium Industri Ekstraktif, Gerakan Lintas Iman Desak DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat
Mencegah Kompromi, Menegakkan Kembali Larangan Study Tour   di Sekolah
SDN Cibeusi Siap Hadapi Penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional
Ketika Wali Kelas Menjelma ‘Jaksa’ di Ruang Kelas
Rekomendasi dan Tren Motor Listrik Murah di Indonesia 2026
SD Negeri Talagadatar Diberi Kucuran Revitalisasi Rp1,1 Miliar
IRI Indonesia Ajak Gereja di Papua Barat Daya Jadikan Mimbar sebagai Suara Perlindungan Hutan Papua
Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Ancaman Tambang Nikel & Moratorium Industri Ekstraktif, Gerakan Lintas Iman Desak DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Mencegah Kompromi, Menegakkan Kembali Larangan Study Tour   di Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:37 WIB

SDN Cibeusi Siap Hadapi Penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Ketika Wali Kelas Menjelma ‘Jaksa’ di Ruang Kelas

Senin, 28 September 2026 - 14:15 WIB

Rekomendasi dan Tren Motor Listrik Murah di Indonesia 2026

Berita Terbaru