KESEHATAN — Engkos (64) warga Desa Ciptasari Kabupaten Sumedang kembali bisa menikmati kenyamanannya beraktivitas. Padahal, selama 5 tahun lebih ia dihantui kecemasan dan putus harapan karena benjolan sebesar buah kemiri bersarang di bawah perutnya..
Awal kesembuhannya, Engkos membelot ke jalur alternatif yang ditawarkan oleh kerabatnya- produk herbal dalam botol. Selama tiga bulan, Engkos rutin mengonsumsinya setiap pagi dan malam. Hasilnya benjolan perlahan mengecil dan akhirnya hilang sama sekali.
Kisah Engkos tadi bukan satu-satunya masyarakat yang melirik kembali ke warisan pengobatan tradisional. Bahkan, cenderung terjadi perubahan paradigma pasca pandem Covid-19i: dari kuratif ke preventif, dari kimia ke fitoterapi.
Data WHO menyebutkan, 80% penduduk negara berkembang dan 65% di negara maju kembali berbalik pada obat herbal dalam pengobatan mereka. Di Indonesia sendiri, herbal jamu telah lama menjadi bagian dari budaya penyembuhan.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI menyebutkan obat tradisional memiliki peran besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Apalagi dengan didukung kekayaan tumbuhan obat yang diperkirakan tembus pada angka 30.000 spesies.
Salah satu studi di Kecamatan Pangkah (2025) mengungkap bahwa masyarakat usia produktif lebih memilih obat herbal untuk penanganan awal penyakit ringan. Alasan mereka sederhana saja: lebih aman, minim efek samping, dan ramah biaya.
Namun, para akademisi mengingatkan: herbal bukan tanpa risiko. Fakultas Farmasi UGM menekankan pentingnya dosis dan indikasi yang tepat. Sementara Universitas Sriwijaya mengingatkan bahwa senyawa aktif dalam tanaman obat tetap bisa bersifat toksik jika digunakan secara berlebihan.
Madu Hitam Tetap Primadona
Di antara berbagai produk herbal, madu hitam tetap menjadi primadona. beberapa Apotik dan toko obat di Sumedang menyebutkan bahwa permintaan terhadap madu hitam tetap tinggi, meski harga menjadi kendala utama.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Menurut Ecek Karyana, S.Km, M.Hum, dari Klinik Barokah Bhakti Rancakalong, popularitas madu hitam tak lepas dari peran mesin pencari. “Ketika masyarakat mencari pengobatan untuk kanker, tumor, atau gangguan lambung, mereka akan diarahkan ke madu hitam,” ujarnya.
Madu hitam itu sendiri, lanjut Ecek, dihasilkan oleh lebah hutan liar khususnya dari spesies Apis dorsata, yang dikenal juga sebagai lebah hutan raksasa. Lebah ini biasanya membuat sarangnya di pohon-pohon tinggi di hutan tropis.
Ciri khas madu hitam, warna lebih gelap dibanding madu biasa, karena berasal dari nektar tanaman hutan tertentu .Kandungan alkaloid dan antioksidan tinggi, sehingga sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan seperti untuk mengatasi tumor.
Madu Zymuno Harapan Global
Baca Juga:
Halal Bihalal PGRI Sumedang, Wabup Fajar Dorong Penguatan Profesionalisme dan Sinergi Guru
RUPS Tahunan Bank BJB Tahun Buku 2025, Kinerja Didorong Lebih Profesional dan Sehat
Melihat potensi madu hitam, PT Etos Kreatif Indonesia meluncurkan Zymuno—madu hitam yang diformulasikan dengan tanaman obat seperti meniran (Phyllanthus niruri), kelor (Moringa oleifera), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), dan temu putih (Curcuma zedoaria).
Bambang Niko Pasia dalam artikelnya di laman resmi Pemprov Jambi membeberkan bahwa Madu Zymuno merupakan produk alami yang kaya akan mikronutrien esensial seperti kalsium, magnesium, mangan, natrium, kalium, zat besi, serta asam amino dan protein.
Konsumsi rutin madu ini berpotensi memberikan efek protektif terhadap kanker organ reproduksi. Senyawa bioaktif seperti flavonoid, asam fenolat, dan enzim memiliki aktivitas antikanker, antitumor, serta antiinflamasi yang dapat menghambat proliferasi sel abnormal dan meredakan peradangan.
Sebagai sumber antioksidan, madu Zymuno mengandung polifenol yang berperan dalam menetralisir radikal bebas, mengurangi stres oksidatif, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan gangguan neurodegeneratif.
Selain itu radi, Madu Zymuno berpotensi mendukung kesehatan reproduksi dan kesuburan. Pada pria, konsumsi rutin madu murni dikaitkan dengan peningkatan fungsi testis, jumlah sperma, dan fertilitas.
Beberapa studi juga menunjukkan efek positif madu dalam mengatasi disfungsi ereksi melalui mekanisme antioksidan dan peningkatan sirkulasi darah.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Pada wanita, penggunaan Madu Zymuno dilaporkan dapat meningkatkan peluang konsepsi. Bahkan, bila dikombinasikan dengan susu di pagi hari, bisa turut meningkatan stamina dan vitalitas seksual.
Dari aspek metabolik, Madu Hitam Zymuno memiliki indeks glikemik (GI) sedang (54–59), lebih rendah dibandingkan gula rafinasi (GI>100), sehingga relatif lebih aman dikonsumsi penderita diabetes.
Madu Hitam Zymuno telah mengantongi Sertifikat Halal dari MUI dengan nomor ID33210010234350923 dan terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor TR236052421.
Beberapa penghargaan telah diraih Madu Hitam Zymuno diantaranya meraih Top Innovation Choice Award 2024 untuk inovasi madu herbal dalam mendukung imunitas menghadapi kanker dan miom.
( Tatang Tarmedi ) ****















