Gus Miftah Buka Puasa Bareng Pekerja Colosseum Jakarta, Kembali Berdakwah di Klub Malam

- Pewarta

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gus Miftah kembali ke DNA dakwah yang selama ini membuatnya dicintai wong cilik. Selasa, (24/2/ 2026), ia tausiah dan buka puasa bersama para pekerja 1001 Hotel dan Colosseum Jakarta.

Hotel dan Colosseum Jakarta adalah
sebuah ruang hiburan malam yang pernah masuk daftar Top 100 Clubs dunia dan dikenal sebagai salah satu klub terbaik di Indonesia.

Bagi sebagian orang, lokasi tersebut mungkin tak lazim untuk kegiatan keagamaan. Namun bagi Gus Miftah, justru di ruang-ruang seperti itulah ia merasa dakwah harus hadir.

Dalam tausiah tersebut, Gus Miftah kembali menyampaikan dakwah tanpa menghakimi. “Allah tidak memanggil manusia dengan sebutan “wahai pendosa”, melainkan “wahai hamba-Ku”,” katanya.

Pesan itu ia sampaikan untuk memotivasi para pekerja hiburan malam agar tidak merasa terasing, Ia menceritakan pengalamannya mendatangi lokalisasi dan memberi uang agar berhenti bekerja selama satu malam.

Menurutnya, berhenti dari maksiat walau hanya sesaat adalah sebuah prestasi. “Kalau berhenti satu malam saja itu berhasil, kenapa kita tidak menghargai proses?” ujarnya.

Publik mengenal Gus Miftah sebagai dai yang kerap berdakwah di tempat-tempat yang tak biasa: klub malam, lokalisasi, hingga komunitas marjinal.

Ia pernah menyebut bahwa orang yang dianggap “ahli maksiat” justru sering memandang orang saleh dengan penuh harap, sementara orang yang merasa saleh kadang melihat mereka dengan stigma.

Momentum buka puasa bersama pekerja 1001 Hotel dan Colosseum ini seolah menandai kembalinya Gus Miftah ke pola dakwah yang dulu membesarkan namanya — mendatangi mereka yang jarang disentuh.

Dalam sesi tanya jawab, Gus Miftah juga menyinggung masa-masa ketika dirinya dihujani kritik.Ia mengutip hadis bahwa jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya. “Manusia punya kendala, Allah punya kendali,” katanya.

Menurutnya, ujian justru membuatnya lebih banyak membantu orang lain. Ia mengaku, setelah melalui masa sulit, jumlah orang yang bisa ia berangkatkan umrah justru bertambah.

Kehadiran Gus Miftah di klub malam selalu memantik pro-kontra. Ada yang menilai langkah tersebut progresif, ada pula yang menganggapnya kontroversial. Namun bagi Gus Miftah, dakwah tidak mengenal batas tempat.

“Kalau yang di masjid sudah rajin, lalu siapa yang datang ke tempat-tempat seperti ini?” demikian pesan yang kerap ia sampaikan.Buka puasa bersama di Colosseum Jakarta kali ini menjadi simbol bahwa ruang hiburan malam pun bisa menjadi ruang refleksi spiritual — setidaknya untuk satu malam.****

 

Berita Terkait

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas
Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton
Pria di Batam Bunuh Mantan Pasangan Sesama Jenis, Polisi Sebut Pelaku Sempat Buntuti Korban
Kronologi Petugas Pembersih Kaca di Surabaya Meninggal Dunia, Tersangkut Tali dan Menggelantung di Gondola
Menag: Tingkat Kerukunan Umat Beragama Indonesia di 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:54 WIB

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih

Rabu, 22 April 2026 - 04:55 WIB

Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Senin, 6 April 2026 - 15:53 WIB

AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:19 WIB

Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:13 WIB

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton

Berita Terbaru