HARIAN SUMEDANG – Kekalahan Persib Bandung dari Persija Jakarta pada laga El Clasico di Stadion Utama Gelora Bung Karno menyisakan evaluasi mendalam. Persib disinyalir telah kalah mental sebelum peluit pertama dibunyikan.
Ketiadaan pemahaman mendalam terkait rivalitas historis kedua klub menjadi faktor utama. Para pemain asing dan pilar anyar Maung Bandung tampak belum siap menghadapi tensi tinggi derby klasik ini.
Atmosfer riuh ribuan pendukung tuan rumah di tribun SUGBK terbukti sukses meruntuhkan mentalitas bertanding tim tamu. Tekanan publik tuan rumah membuat pilar penting gagal menampakkan performa terbaiknya.
Nama-nama seperti Thom Haye, Mariano Peralta, hingga Adam Alis tampil di bawah standar. Rasa canggung dan keraguan di lapangan justru menjadi celah empuk yang dimanfaatkan Persija untuk terus menekan.
Kritik tajam kini tertuju pada racikan strategi pelatih Igor Tolić. Igor dinilai keliru dalam menentukan komposisi starting eleven di laga bertekanan tinggi ini.
Persib semestinya menurunkan deretan pemain lokal berpengalaman yang paham betul nilai gengsi derby. Sosok seperti Beckham Putra, Marc Klok, Dedi Kusnandar, Kakang Rudianto, hingga Teja Paku Alam layak menjadi starter.
Pemain bermental baja tersebut idealnya dipasang sejak awal untuk meredam gelombang tekanan awal. Sementara deretan bintang asing bisa dimasukkan di babak kedua saat tempo permainan mulai terbuka. ( Tatang Tarmedi )







