Belajar Sistem Pengelolaan Sampah Pemkab Sumedang Study Tiru ke Kabupaten Banyumas

- Pewarta

Rabu, 11 Juni 2025 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan studi banding ke Kabupaten Banyumas, Rabu (11/6/2025).

Study banding tadi dalam rangka mempelajari sistem pengelolaan sampah modern dan partisipatif.

Rombongan diterima Bupati Banyumas H. Sadewo Tri Lastiono, MM didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup W. Sugiri beserta jajaran.

Sementara rombongan studi tiru terdiri dari Bupati H. Dony Ahmad Munir, Komisi IV DPRD, Sekda Tuti Ruswati dan para kepala perangkat daerah terkait.

Kunjungan dilaksanakan ke Tempat Pemrosesan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) di Desa Wlahar Wetan.

Di TPA BLE, rombongan mempelajari sistem pemrosesan sampah kapasitas hingga 75 ton per hari yang menerapkan konsep _zero waste to landfill_.

Sampah dipilah menjadi organik, anorganik dan residu, kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomis.

Di KSM TPST Kedungwaru Lor, rombongan menyaksikan proses pengelolaan sampah oleh mulai dari pemilahan, hingga pengolahan residu.

“Kabupaten Banyumas telah membuktikan bahwa sampah bukan beban, tetapi sumber daya bernilai ekonomi, ” kata Bupati Dony.

Di sini, pengolahan dilakukan mulai dari rumah tangga hingga skala industri dengan melibatkan masyarakat.

Ini sejalan dengan visi kami membangun Sumedang yang hijau dan berkelanjutan, ujar Bupati Dony Ahmad Munir.

Bupati Dony menjelaskan, proses pengelolaan sampah organik dilakukan oleh KSM yang tersebar per kecamatan dan didukung oleh DLH setempat.

“Kita akan contoh _best practice_ dari Banyumas ini untuk diterapkan di Sumedang. Edukasi dan sosialisasi akan kami lakukan ke masyarakat, ” ungkap Bupati.

” Mari kita jadi bagian dari solusi, demi mewujudkan Sumedang bebas sampah dan lingkungan yang lestari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Sumedang, Wasman menyatakan komitmennya untuk meniru model Banyumas secara penuh.

“Hari ini kita bersama pimpinan melakukan kunjungan lapangan ke Banyumas dan tidak ada tawar-menawar lagi, kita akan lakukan seperti mereka,” ucapnya.

Terkait sarana, Wasman mengakui perlunya penambahan alat pengolahan seperti mesin _conveyor_ dan pencacah.

“Kami akan menggandakan peralatan secara bertahap, didukung dengan edukasi habis-habisan agar masyarakat sadar pentingnya memilah sampah.

Dengan dukungan semua pihak, saya yakin Sumedang bisa menjadi kabupaten pertama di Jawa Barat yang sukses seperti Banyumas,” katanya.

( Siti Kowati ) ***

Berita Terkait

H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang
Pemerintah Desa Raharja Bantah Isu Penyelewengan Dana BUMDes Sektor Peternakan
Sumedang Akselerasi Digitalisasi Transaksi hingga Tingkat Desa Melalui HLM TP2DD 2026
MPLS SMAN Jatinunggal Hari Pertama, Harmoni Tradisi Sunda Sambut Ratusan Siswa Baru
Hadiri Milad ke-18 KWT Sugih Mukti, Sonia Sugian Resmikan TPQ Nurul Iman di Pasigaran
Membangun Pendidikan Berbasis Karakter: Konsep “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh” di SDN Paripurna
Kang JPU, Bobotoh Keren Asal Baginda Sumedang, Jemput Musim Kompetisi Tahun Ini, Terus Benahi Garasi Persib
Ratusan Siswa Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sumedang

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:53 WIB

H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:16 WIB

Pemerintah Desa Raharja Bantah Isu Penyelewengan Dana BUMDes Sektor Peternakan

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:29 WIB

Sumedang Akselerasi Digitalisasi Transaksi hingga Tingkat Desa Melalui HLM TP2DD 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:34 WIB

MPLS SMAN Jatinunggal Hari Pertama, Harmoni Tradisi Sunda Sambut Ratusan Siswa Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:37 WIB

Hadiri Milad ke-18 KWT Sugih Mukti, Sonia Sugian Resmikan TPQ Nurul Iman di Pasigaran

Berita Terbaru