HARIAN SUMEDANG ONLINE – Listrik bukan lagi sekadar pemadam gulita, melainkan simbol hadirnya keadilan sosial hingga ke pelosok dusun.
Di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Karawang, mimpi puluhan keluarga untuk memiliki akses energi mandiri akhirnya terwujud.
Melalui kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero), Program Listrik Desa (Lisdes) serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) resmi dihadirkan.
Pengejawantahan Sila Kelima Pancasila
Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa akses energi merupakan hak mendasar setiap warga negara.
Saat meresmikan sambungan listrik di Karawang, Bahlil menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata pemerataan pembangunan nasional.
“Semua desa dan dusun wajib mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan listrik. Listrik ini adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Bahlil.
Melalui BPBL, masyarakat kurang mampu mendapatkan instalasi listrik rumah lengkap, Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan daya 900 VA, hingga token listrik perdana senilai Rp100.000 secara gratis.
Sinergi Dua Program Utama
Lisdes dan BPBL berjalan berdampingan sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.
Lisdes berperan memperluas jangkuan fisik jaringan listrik ke wilayah terisolasi, sementara BPBL memastikan rumah tangga tidak mampu dapat terhubung tanpa beban biaya.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menegaskan kesiapan PLN mengawal amanah tersebut.
Untuk wilayah Jawa Barat sepanjang tahun 2025, PLN telah membangun:
-
Jaringan Tegangan Menengah (JTM): 46,82 kilometer sirkuit (kms)
-
Jaringan Tegangan Rendah (JTR): 182,78 kms
-
Gardu Distribusi: Kapasitas total 3.700 kVA di 210 lokasi
-
Total Penerima Manfaat: 6.392 pelanggan
Khusus di Dusun Prau Bosok, PLN menarik JTM sepanjang 0,549 kms, JTR 0,91 kms, serta 1 unit gardu 50 kVA untuk melayani 62 calon pelanggan rumah tangga.
Keandalan Pasokan dan Harapan Baru
PLN memastikan bahwa perluasan akses ini ditopang oleh keandalan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) yang berada dalam kondisi aman dan memadai.
Baca Juga:
Ajang World Vocational and Technical Education Development Conference 2026 Dibuka di Tianjin
Usung Visi Desa Maju dan Sejahtera, Agus Suhenda Siap Bertarung di Pilkades Jingkang Nomor Urut 5
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menambahkan bahwa pemetaan kebutuhan infrastruktur dilakukan secara teliti agar kualitas penyaluran energi tetap stabil.
Bagi warga lokal seperti Ono Taryono, hadirnya listrik mandiri mengubah alur kehidupan keluarganya secara signifikan.
Sebelumnya, Ono harus menumpang aliran listrik dari rumah tetangga dengan keterbatasan waktu pemakaian, yakni hanya dari pukul 18.00 hingga pagi hari.
Kini, anak-anaknya dapat belajar malam dengan terang dan nyaman tanpa rasa takut lagi.
Kisah dari Dusun Prau Bosok menjadi bukti bahwa terang listrik tidak hanya menerangi ruang fisik, tetapi juga membukakan jalan menuju masa depan pendidikan dan ekonomi daerah yang lebih cerah. ( Tatang Tarmedi )







