Desa Kutuh Bali Dinobatkan Sebagai Desa Terkaya PAD-nya Rp.50 M/Tahun Padahal Dulunya Desa Miskin

- Pewarta

Senin, 25 Maret 2024 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemdes Kutuh memberikan santunan Rp.2.000.000 kepada salah seorang keluarga duka (Dok.Kutuh-badung.id)

Pemdes Kutuh memberikan santunan Rp.2.000.000 kepada salah seorang keluarga duka (Dok.Kutuh-badung.id)

HARIANSUMEDANG.COM – Baru-baru ini Pemerintah Pusat menobatkan Kutuh sebagai desa terkaya di Indonesia

Desa di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ini disinyalir
PAD-nya Rp. 50 M/Tahun.

Laba bersih sebagai keuntungan per tahun  mencapai angka fantastis Rp14,5 Milyar.

Dibawah kepemimpinan  perbekel/kepala desa  I Wayan Mudana S, Desa Kutuh tumbuh sebagai desa percontohan tingkat nasional.

Sosok kepala desa satu ini mampu membalikan keadaan dari desa miskin   bangkit menjadi desa terkaya.

Pada 2002, Desa Kutuh  memisahkan diri dari Desa Ungasan,  sejak itulah, masyarakat Kutuh kompak bergotong royong bertahun-tahun membangun desa.

Desa Kutuh semakin makmur ketika terbit Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014  tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Pada 30 Oktober 2016, dua tahun setelah muncul regulasi tadi, Desa Kutuh membentuk BUMDes Manik Sedana Kutuh.

Pada awal pengelolaannya di tahun 2017, BUMDes Manik Sedana Kutuh hanya menjalankan tiga program usaha.

Usaha pertama  Pancali Spa, di mana masyarakat membuka layanan pijat kepada para wisatawan di Pantai Pandawa

Kedua pengangkutan sampah dan yang ketiga program barang serta jasa.

Warga desa membuka toko grosir, menyewakan lapangan olahraga, wantilan untuk acara tertentu, hingga jasa keamanan upacara keagamaan.

Pada 2018, Desa Kutuh berhasil meraup pendapatan tertinggi mencapai Rp50 miliar.

Nilai tersebut diperoleh dari akumulasi 9 unit Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA).

Di antaranya: Lembaga Perkreditan Rakyat Desa (LPD), wisata Pantai Pandawa, Gunung Payung Cultural Park, Timbis Paragliding.

Usaha lainnya, araksi seni budaya, penyediaan unit barang dan jasa, Pirantu Yadnya, transportasi, dan jasa kontruksi karya undagi.

Desa Kutuh juga menyediakan berbagai layanan untuk membantu para pengunjung, seperti layanan keamanan dan ketertiban wilayah serta jaminan asuransi kesehatan.

(Tatang Tarmedi / sumber Puskominfo-ppdi.or.id)

 

Berita Terkait

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas
Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton
Pria di Batam Bunuh Mantan Pasangan Sesama Jenis, Polisi Sebut Pelaku Sempat Buntuti Korban
Kronologi Petugas Pembersih Kaca di Surabaya Meninggal Dunia, Tersangkut Tali dan Menggelantung di Gondola
Menag: Tingkat Kerukunan Umat Beragama Indonesia di 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:54 WIB

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih

Rabu, 22 April 2026 - 04:55 WIB

Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Senin, 6 April 2026 - 15:53 WIB

AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:19 WIB

Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:13 WIB

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton

Berita Terbaru