Imam R. Susanto Humas SMA Negeri Jatinangor ‘Jarak Zona Akan Terhenti Bila Kuota Telah Terpenuhi ‘

- Pewarta

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam R. Susanto Humas SMA Negeri Jatinangor (Dok.Hariansumedang.com / Gilang )

Imam R. Susanto Humas SMA Negeri Jatinangor (Dok.Hariansumedang.com / Gilang )

HARIANSUMEDANG.COM — Setiap musim pendaptaran Peserta Didik Baru (PPDB), terutama bagi sekolah-sekolah pavorit selalu jadi bahan sorotan masyarakat.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Pasalnya, tingginya minat mensekolahkan anak ke lembaga pendidikan yang dianggap pavorit, terprediksi bisa menghalalkan berbagai cara, tetpenting anak bisa masuk.

Wacana tadi ditanggapi Imam R. Susanto, Humas SMA Negeri Jatinangor, menurutnya sorotan miring tadi tidak harus tertuju kepada setiap sekolah yang dianggap favorit.

SMA Negeri Jatinangor contohnya, kata anak seorang jurnalis senior ini, tetap berhaluan pada regulasi yang berlaku untuk PPDB, termasuk kaitannya dengan sistem zonasi.

Menurut Imam, banyak masyarakat belum paham dan bertanya zonasi itu jaraknya berapa, lalu rapor batas nilainya berapa, semuanya bukan ditentukan oleh sekolah, namun sistem yang bicara.

Bicara sistem, imbuh Imam, mirip perangkingan, ” Misal kuota zonasi SMA itu butuh 100 atau 200 siswa, jumlah tadi telah terpenuhi pada jarak 500 meter, berarti jarak zonasi itu 500 meter, ” terang Imam.

Diterangkan pula, selama kuota belum terpenuhi, maka jarak akan terus bertambah, tapi jarak akan berhenti ketika kuota telah terpenuhi, ” Jadi sistemnya akar radius yang dpakainya, ” terangnya lagi.

Lebih jauhnya lagi Imam mengabarkan
pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri Jatinangor tahap 1 dimulai pada 3 – 7 Juni 2024.

PPDB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahap 1 itu untuk zonasi dan afirmasi (ABK/Gakin). Sedangkan untuk prestasi dan perpindahan tugas orang tua/wali ada di tahap 2.

Tentang Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KTEM) Imam menjelaskan untuk tahun 2024 kuotanya menurun, bila tahun lalu kuotanya 30 persen tahun ini hanya 15 persen, bahkan istilahnya pun bukan lagi KTEM namun KTEM ekstrim.

” Kuota 15 persen itu campuran KTEM biasa dan KTEM Ekstrim, jumlahnya kita tidak tahu karena yang punya data Disdik, orang-orang yang masuk DTKS oleh Disdik dikirim ke KCD, oleh KCD di kirim ke sekolah tujuan dan sekolah asal, ” jelas Imam.

Adapun jadwal PPDB Tahap 1, lanjut Imam, dimulai tanggal 3-7Juni 2024 sebagai pendaftaran dan verifikasi dokumen, termasuk masa sanggah verifikasi.

Pada 10 -12 Juni 2024 tes minat dan bakat program bidang keahlian dan uji kompetensi prestasi bagi yang melaksanakan. Pada 13 – 14 Juni rapat dewan guru penetapan hasil seleksi PPDB Tahap 1.

Kordinasi satuan pendidikan dengan cabang dinas, rapat kordinasi penyaluran KTEM yang tidak lolos seleksi Pada 19 Juni pengumuman PPDB Tahap 1 dan 20-21 Juni daftar ulang. (Gilang) ***

Berita Terkait

Pj Bupati Yudia Ramli Ajak Wartawan Untuk Saling Talingakeun (Satali) Dalam Membangun Sumedang
Penduduk Asli Jatinangor Terhimpit Rumah-Rumah Kontrakan, Warga Tak Tahu Rumah Siapa di Pinggirnya
Pemerintah Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo Sedang Membangun Pendopo
Poktan Sayogi dan Poktan Serepet di Desa Darmawangi Dapat Bantuan Perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT)
60 Siswa Kelas 6 SD Negeri Citali Dinyatakan Lulus dan Harus Melanjutkan ke SMP
Voucher Rp 75.000 Dari Baznas Kabupaten Sumedang Buat Warga Miskin Ekstrem Akan Diluncurkan Bulan Juli 2024
Penggelapan Pajak Dengan Melibatkan Oknum Pegawai Desa menjadi “Bom Waktu” di Kabupaten Sumedang
Sofia Anak Sundamekar Situraja Wakil Jawa Barat Untuk Seleksi Jadi Pengibar Bendera Pusaka Nasional
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:58 WIB

Pj Bupati Yudia Ramli Ajak Wartawan Untuk Saling Talingakeun (Satali) Dalam Membangun Sumedang

Jumat, 14 Juni 2024 - 01:24 WIB

Penduduk Asli Jatinangor Terhimpit Rumah-Rumah Kontrakan, Warga Tak Tahu Rumah Siapa di Pinggirnya

Rabu, 12 Juni 2024 - 21:05 WIB

Pemerintah Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo Sedang Membangun Pendopo

Selasa, 11 Juni 2024 - 22:56 WIB

Poktan Sayogi dan Poktan Serepet di Desa Darmawangi Dapat Bantuan Perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT)

Senin, 10 Juni 2024 - 21:47 WIB

60 Siswa Kelas 6 SD Negeri Citali Dinyatakan Lulus dan Harus Melanjutkan ke SMP

Sabtu, 8 Juni 2024 - 11:26 WIB

Voucher Rp 75.000 Dari Baznas Kabupaten Sumedang Buat Warga Miskin Ekstrem Akan Diluncurkan Bulan Juli 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 19:37 WIB

Penggelapan Pajak Dengan Melibatkan Oknum Pegawai Desa menjadi “Bom Waktu” di Kabupaten Sumedang

Rabu, 5 Juni 2024 - 19:13 WIB

Sofia Anak Sundamekar Situraja Wakil Jawa Barat Untuk Seleksi Jadi Pengibar Bendera Pusaka Nasional

Berita Terbaru