HARIAN SUMEDANG – SMAN Jatinunggal resmi memulai rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (15/7/2026). Hari pertama pelaksanaan kegiatan ini berlangsung khidmat, menghadirkan perpaduan apik antara edukasi formal dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Upacara pembukaan yang dimulai tepat pukul 06.30 WIB ini dipimpin oleh Agus Sutrisna, S.Hut., M.M., Kepala UPTD Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Cianjur. Bertindak sebagai pembina upacara yang mewakili Gubernur Jawa Barat, beliau hadir didampingi oleh Pengawas Pembina dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VIII, Endang Junaedi, M.S.I.
Rangkaian pembukaan ditandai dengan prosesi penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan siswa baru. Prosesi ini menjadi simbol peresmian diterimanya mereka ke dalam lingkungan akademis SMAN Jatinunggal untuk memulai perjalanan pendidikan menengah atas.
Suasana upacara terasa kental dengan nuansa budaya Sunda. Acara dimeriahkan oleh penampilan tari adat yang dibawakan secara apik oleh para siswa guna membangun atmosfer keakraban.
Selain tarian tradisional, prosesi penyambutan juga disemarakkan oleh kehadiran Ki Lengser—tokoh adat dalam tradisi masyarakat Sunda yang melambangkan penghormatan, kehangatan, dan keramah-tamahan dalam menerima anggota keluarga baru.
MPLS tahun ini sengaja dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, kreatif, dan berkarakter. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu memberikan kesan positif awal bagi siswa baru, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal di tengah era pendidikan modern.
Kepala SMAN Jatinunggal, H. Apit, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mengingatkan para siswa baru untuk bersyukur atas kesempatan belajar yang berhasil mereka raih.
“Anak-anak yang Bapak cintai, selamat datang di SMAN Jatinunggal tercinta. Kalian termasuk calon murid yang beruntung karena bisa diterima di sini. Puluhan bahkan ratusan orang tidak bisa diterima karena keterbatasan kuota. Kami hanya menerima 414 siswa dari jalur SPMB 2026 Tahap 1 dan Tahap 2,” ujar H. Apit.
Beliau juga menaruh harapan besar agar SMAN Jatinunggal dapat menjadi jembatan kokoh bagi para siswa untuk meraih masa depan yang gemilang.
“Selamat bergabung menjadi keluarga besar SMAN Jatinunggal. Mudah-mudahan kalian bisa meraih cita-cita dan impian masa depan di sekolah ini. Selamat mengikuti MPLS Panca Waluya, mulai dari pembukaan hari ini sampai penutupan pada Selasa, 21 Juli 2026. Pada Rabu, 22 Juli 2026, kalian sudah bisa mengenakan seragam kebanggaan SMAN Jatinunggal,” pungkasnya.
Program MPLS di SMAN Jatinunggal mengadopsi konsep Panca Waluya, sebuah panduan resmi di Jawa Barat yang berbasis pada nilai-nilai luhur budaya Sunda. Program ini bertujuan membentuk karakter peserta didik baru melalui lima pilar kesempurnaan.
Jurnalis : Tatang Tarmedi







