HARIANSUMEDANG.COM — Ketika eksploitasi terhadap Gunung Geulis tumbuh di berbagai sudut, gunung pun seolah meradang mencari sosok pelindung.
Untunglah ketika Gunung Geulis dalam kondisi sekarat begitu, masih ada si anak sholeh yang telaten merawatnya, dialah Kang Saepudin,
Kang Saepudin mengaku Gunung Geulis itu ibarat Indung yang butuh perlindungan. Ia telah memberikan tempat kehidupan bagi anak-anaknya.
” Hanya, anak-anaknya itu tidak memberikan imbal kasih sayang pada Gunung Geulis, ” kata Kang Saepudin
Meskipun di kiri kanannya eksplotasi terus berjalan bersenjatakan power perijinan dan tektek bengek analisa dampak lingkungan.
Bisingnya alat berat dan gerahnya tanah bekas galian, tidak menyurutkan semangatnya untuk menghijaukan Gunung Geulis.
Jelas, butuh kebugaran fisik dan ketegaran mental untuk bisa eksis komitmen pada penghijauan Gunung Geulis.
Seperiode menjadi Kepala Desa dan seperiode jadi anggota DPRD, jadi asupan vitamin untuk modal kebugarannya selama ini.
Ia tidak perhitungkan untung dan rugi memilih zona pengabdian kepada lingkungan Gunung Geulis. Ada dan tidak ada uang, ia tetap eksis di zona itu.
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Namun, karena melihat sisi-sisi kegigihannya, banyak pihak untuk menitipkan program terkait Gunung Geulis.
Termasuk dari ITB, Unpad, Unwim dan perusahaan tertentu dengan agenda Ruang Terbuka Hijaunya.
Bagi Kang Saepudin tampaknya tidak ada batas waktu kapan ia akan mengakhiri pengabdiannya untuk pelestarian Gunung Geulis.
” Selaku anak gunung, saya akan terus berbakti demi hutan yang telah memberi kami kehidupan, ” janjinya.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
Meski amarah dan serakah menghantui di kiri kanannya, Kang Saepudin tetap istiqomah untuk penghijauan Gunung Geulis. (Tatang Tarmedi)








