Keberhasilan Festival Pesona Jatigede 2025 Bergantung Kepada Konsep, strategi branding tepat sasaran

- Pewarta

Selasa, 15 Juli 2025 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Keberhasilan Festival Pesona Jatigede 2025 bergantung pada konsep, strategi _branding_ tepat sasaran, serta jaminan keamanan yang menyeluruh.

Demikian disampaikan Wabup Fajar Aldila dalam Rapat Koordinasi Festival Pesona Jatigede yang digelar di Ruang Sekda, Selasa (15/7/2025).

“Yang paling utama, kita harus tahu dulu, apakah festival ini mem-branding Jatigede atau seluruh Kabupaten Sumedang, ” ungkapnya.

Kalau ingin menampilkan pesona Sumedang secara utuh, maka seluruh unsur budaya dan seni dari setiap kecamatan harus dilibatkan, bebernya.

Wabup Fajar juga menyoroti pentingnya penyusunan susunan acara yang merata dan menarik setiap hari, terutama jika festival berlangsung selama lebih dari satu pekan.

Ia mengusulkan agar setiap hari memiliki tema berbeda, seperti hari khusus untuk pertunjukan seni budaya, promosi wisata, kuliner, hingga kegiatan olahraga.

“Anak-anak muda sekarang tidak lagi mencari informasi di koran, semuanya lewat media sosial. Maka promosinya harus masif, kreatif, dan disesuaikan dengan minat audiens,” tambahnya.

Wabup juga menegaskan bahwa keamanan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Oleh sebab itu, ia meminta Satpol PP dan jajaran keamanan lainnya untuk menyusun sistem pengamanan dari awal hingga akhir acara.

“Kita tidak tahu siapa saja yang akan datang. Bisa dari luar daerah, bahkan luar negeri. Maka pengamanan harus disiplin, aktif dan terus standby selama acara berlangsung,” tegasnya.

Menutup arahannya, Wabup juga memberikan perhatian khusus pada pelibatan UMKM lokal, terutama dari desa-desa di sekitar kawasan Jatigede.

Menurutnya, keberadaan Street Food Festival harus menjadi peluang nyata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, bukan hanya ajang seremonial.

“UMKM lokal harus menjadi tuan rumah di acara ini. Ini soal keadilan ekonomi dan keberlanjutan dampak dari festival,” pungkasnya. ( Siti Kowati ) ***

Berita Terkait

Meniti Ridho di Antara Berkas Desa dan Gema Masjid Nurul Huda
SMAN 1 Sumedang Gelar Sosialisasi Komunitas Belajar “Kombel Adinira Digjaya” untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Bilik Reuni Kecil untuk Kang Edeng Sitarya: Lulusan SPMA yang ‘Menyimpang’ Jadi Nahkoda MKKS Sumedang
Tak Surut Digerus Usia: Perjuangan Tanpa Henti “Dewa Geulis” Menjaga Hijau Gunung Geulis
Jatnika Kepala Sekolah Rasa Seniman, Dinding Gersang SMPN 9 Jadi “Galeri” Anti-Bullying
Viral Sebut Jemaah Haji Lansia ‘Merepotkan’, Ketua KBIHU Jabar Disemprot DPR dan Dikritik Warganet
Editorial: Mengubur Sisa “Sampah” Masa Lalu, Menjemput Kesan Pertama MPLS yang Menginspirasi
Sekolah Percontohan Nasional Kapan Berdiri di Negeri Ini ?

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:07 WIB

Meniti Ridho di Antara Berkas Desa dan Gema Masjid Nurul Huda

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:50 WIB

SMAN 1 Sumedang Gelar Sosialisasi Komunitas Belajar “Kombel Adinira Digjaya” untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:52 WIB

Bilik Reuni Kecil untuk Kang Edeng Sitarya: Lulusan SPMA yang ‘Menyimpang’ Jadi Nahkoda MKKS Sumedang

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Tak Surut Digerus Usia: Perjuangan Tanpa Henti “Dewa Geulis” Menjaga Hijau Gunung Geulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:25 WIB

Jatnika Kepala Sekolah Rasa Seniman, Dinding Gersang SMPN 9 Jadi “Galeri” Anti-Bullying

Berita Terbaru