Tak Surut Digerus Usia: Perjuangan Tanpa Henti “Dewa Geulis” Menjaga Hijau Gunung Geulis

- Pewarta

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Julukan “Dewa Gunung Geulis” yang disematkan kepadanya bukanlah bentuk pengagungan yang berlebihan, melainkan kepatutan atas konsistensi dan ketulusan hatinya

Julukan “Dewa Gunung Geulis” yang disematkan kepadanya bukanlah bentuk pengagungan yang berlebihan, melainkan kepatutan atas konsistensi dan ketulusan hatinya

HARIAN SUMEDANG  — Usia boleh saja menggerogoti fisik, namun gelora kasih untuk alam tak pernah padam. Di kala langkah kaki mulai bergetar dan helaian uban putih mendominasi rambut serta janggut panjangnya, sosok yang akrab disapa Dewa Geulis  tetap konsisten menapaki lereng Gunung Geulis. Bagi sang pejuang lingkungan ini, ada atau tidak adanya proyek pemerintah maupun swasta bukanlah alasan untuk berhenti memulihkan kekayaan alam yang kian terancam.

Kehadirannya di Gunung Geulis bukan sekadar rutinitas, melainkan dedikasi hidup. Dedikasi tersebut ia wujudkan melalui Forum Peduli Gunung Geulis, sebuah wadah perjuangan konservasi yang ia pimpin demi mengembalikan keasrian bentang alam setempat.

Kehangatan di Saung Pertemuan

Markas Forum Peduli Gunung Geulis—sebuah saung sederhana yang menjadi titik kumpul para relawan—selalu hidup oleh semangat kekeluargaan yang dibawanya. Dewa Geulis dikenal mampu merangkul setiap anggota dengan hangat.

“Di saung ini, kami tidak hanya bicara soal pohon dan tanah, tapi soal keterikatan batin. Tradisi ngumpul, ‘maliwet’, dan makan bersama menjadi bahan bakar kebersamaan kami untuk terus bergerak,” ujar Saepudin alias Sang Dewa Geulis itu.

Namun, di kala saung mendadak sepi dan para anggota tengah bertugas di luar, Dewa Geulis tak lantas berdiam diri. Dalam kesendirian di saung tersebut, jemarinya yang mulai renta tetap aktif mencoretkan ide, merancang strategi, serta menyusun konsep konservasi jangka panjang untuk masa depan Gunung Geulis.

Sang “Dewa” Penjaga Kehidupan

Julukan “Dewa Gunung Geulis” yang disematkan kepadanya bukanlah bentuk pengagungan yang berlebihan, melainkan kepatutan atas konsistensi dan ketulusan hatinya. Di tengah gempuran modernisasi dan minimnya perhatian terhadap pelestarian lingkungan, keteguhan sikap Dewa Geulis menjadi tamparan sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

Bagi Dewa Geulis, menjaga gunung adalah menjaga kehidupan itu sendiri. Selama napas masih berhembus dan kaki masih sanggup melangkah, hijau Gunung Geulis akan terus menjadi warisan utama yang akan ia perjuangkan hingga akhir hayat.

( jurnalis Tatang Tarnedi )

Berita Terkait

Mencegah Kompromi, Menegakkan Kembali Larangan Study Tour   di Sekolah
Ketika Wali Kelas Menjelma ‘Jaksa’ di Ruang Kelas
Rekomendasi dan Tren Motor Listrik Murah di Indonesia 2026
IRI Indonesia Ajak Gereja di Papua Barat Daya Jadikan Mimbar sebagai Suara Perlindungan Hutan Papua
Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Momentum Penguatan Karakter dan Akhlak Mulia Peserta Didik
SMPN 1 Wado Terapkan Teknologi Pembakaran Sampah dengan Uap Air
Gegara 1,5 Ton Ikan dan Uang Terbang: Kolam Al Kamil Sumedang Mendadak Penuh Sesak ‘Manusia Air’
Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Mencegah Kompromi, Menegakkan Kembali Larangan Study Tour   di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Ketika Wali Kelas Menjelma ‘Jaksa’ di Ruang Kelas

Senin, 28 September 2026 - 14:15 WIB

Rekomendasi dan Tren Motor Listrik Murah di Indonesia 2026

Jumat, 4 September 2026 - 20:40 WIB

IRI Indonesia Ajak Gereja di Papua Barat Daya Jadikan Mimbar sebagai Suara Perlindungan Hutan Papua

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Momentum Penguatan Karakter dan Akhlak Mulia Peserta Didik

Berita Terbaru

Info Sumedang

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Okt 2026 - 16:34 WIB