SUMEDANG — Di balik hembusan angin sejuk Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, riak kesibukan pelayanan publik saban hari selalu menyapa warga. Namun, bagi Ujang Mujahidin, SH—atau yang akrab disapa Jahid—ruang kerja Kasi Pelayanan di kantor desa bukanlah sekadar tempat memproses administrasi kependudukan. Bagi pria kelahiran Garut, 26 Agustus 1973 ini, setiap lembar berkas yang ia layani adalah jembatan untuk mengabdi dan mencari ridho Illahi.
Langkah hidup Jahid di Desa Ciptasari bermula dari ikatan kasih bersama sang istri, Ai Ratna. Berawal dari menancapkan niat tulus mengokohkan sendi-sendi keagamaan di tanah kelahiran istrinya, sosok Jahid pelan tapi pasti melekat di hati warga.
Pengabdiannya di akar rumput tak berawal dari meja birokrasi, melainkan dari teras masjid. Sebagai pengurus Masjid Nurul Huda di Dusun Citali, Jahid secara konsisten merawat denyut spiritualitas warga. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang terbiasa ia gaungkan seolah menembus lorong waktu, menghadirkan kedamaian di tengah riuk-pikuk kehidupan desa.
Ketulusannya merawat keharmonisan sosial dan keagamaan inilah yang akhirnya menarik perhatian pemerintah desa setempat. Potensi serta dedikasinya dinilai terlalu berharga jika hanya bergerak di luar sistem. Jahid pun dipercaya memperkuat barisan perangkat Desa Ciptasari sebagai Kasi Pelayanan.
“Motto hidup saya sederhana, hanya ingin mencari ridho Allah,” tutur Jahid dengan nada rendah hati.
Bagi Jahid, jabatan sebagai perangkat desa tak mengubah haluan hidupnya. Profesi baru ini justru menjadi ladang amal yang lebih luas. Ketika sebagian orang memandang birokrasi desa sebagai rutinitas yang menjenuhkan, Jahid menghadipinya sebagai ruang ibadah nyata—tempat di mana senyum warga yang terbantu menjadi tolok ukur keberhasilannya.
Di tengah kesibukan mengurus pelayanan masyarakat dan aktivitas keagamaan, sosok Ujang Mujahidin membuktikan bahwa integritas seorang pelayan publik tidak hanya dibentuk oleh gelar hukum di belakang namanya, tetapi juga oleh keikhlasan yang tertanam jauh di dalam hatinya. ( Red )






