Kemeriahan Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 1 Wado: Padukan Tradisi, Pentas Seni, dan Harapan Masa Depan

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Kemeriahan dan keharuan mewarnai acara pelepasan siswa kelas IX sekaligus pembagian rapor semester genap untuk kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 1 Wado, Kamis (25/6/2026). Acara yang digelar di panggung megah berhiaskan dekorasi menawan ini dihadiri oleh ratusan pengunjung, termasuk jajaran komite sekolah, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para orang tua murid, serta masyarakat sekitar.

Prosesi acara diawali dengan prosesi adat Sunda, Lengseran, yang berhasil memikat perhatian seluruh hadirin. Kemeriahan semakin memuncak saat panggung hiburan menampilkan berbagai lagu populer dan dangdut. Lagu hit “Mati Lampu” dan lagu semi-jaipongan “Kaso Pondok” sukses menghidupkan suasana, hingga memicu antusiasme pengunjung untuk memberikan saweran. Tak ketinggalan, Kepala SMPN 1 Wado pun turut larut dalam kegembiraan dan memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi atas penampilan para siswa.

Di balik kemeriahan tersebut, suasana khidmat dan haru seketika menyelimuti lokasi acara saat memasuki prosesi sungkeman. Perwakilan siswa kelas IX melakukan sungkeman langsung di pelukan Kepala Sekolah. Prosesi ini dilanjutkan dengan pelepasan atribut sekolah secara simbolis, menandai berakhirnya masa bakti belajar mereka di jenjang sekolah menengah pertama.

Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Wado, dalam sambutannya, secara resmi melepas para siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Teruskan perjuangan anak-anak kita demi kemajuan bangsa. Mudah-mudahan semuanya bisa berhasil dan sukses di masa depan,” ujarnya memberikan motivasi.

Senada dengan Komite Sekolah, perwakilan dari Forkopimcam Kecamatan Wado juga memberikan pesan penting kepada para lulusan agar tetap teguh pendirian di tengah perkembangan zaman.

“Jangan sampai terbawa arus yang negatif. Gantungkan dan capailah cita-citamu setinggi langit,” tegasnya dalam sambutan tersebut.

Setelah sesi formal dan pesan-pesan edukatif selesai, acara dilanjutkan dengan panggung kreasi seni siswa. Penampilan tari tradisional yang diiringi lagu “Kembang Gadung” tampil memukau penonton dengan gerak gemulai para siswa. Lantunan syahdu lagu Pop Sunda yang menyayat hati yang dibawakan siswi Siren sukses membawa kembali atmosfer haru, sekaligus menjadi kado perpisahan yang manis bagi seluruh keluarga besar SMPN 1 Wado.

Ditemui di sela-sela acara, Kepala SMP Negeri 1 Wado, Yaya, S.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan acara ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid. Melalui koordinasi yang difasilitasi oleh Komite Sekolah, para orang tua memberikan dukungan yang luar biasa demi kelancaran kegiatan tersebut.

“Dukungan signifikan salah satunya datang dari orang tua siswa kelas 9. Sebanyak 196 orang tua murid secara kompak dan antusias memberikan bantuan dana untuk memfasilitasi kebutuhan acara. Kontribusi ini lahir dari musyawarah mufakat yang berjalan dengan penuh kebersamaan,” ujar Yaya.

Berbeda dengan kelas 9, bentuk dukungan dari orang tua siswa kelas 7 dan 8 diwujudkan melalui pengembangan kreativitas anak-anak mereka. Para orang tua aktif mengarahkan dan memotivasi siswa untuk membuat berbagai hasta karya unik serta aransemen buah-buahan yang kreatif.

Langkah ini diambil untuk mendukung konsep panggung utama yang mengusung tema unik, yaitu memadukan gaya modern dengan estetika panggung zaman dulu (jadul). Area acara pun dipercantik dengan berbagai dekorasi alam, seperti:

  • Rangkaian buah-buahan segar

  • Hiasan tradisional (tingkem)

  • Dekorasi dedaunan dan bunga-bunga alami

Yaya juga menjelaskan bahwa konsep acara yang memikat ini sebagian besar lahir dari gagasan kepala sekolah yang dikolaborasikan dengan ide kreatif pengurus OSIS. Pihak sekolah, termasuk para guru, turut andil dalam membimbing para siswa agar ide-ide tersebut dapat dieksekusi dengan rapi dan maksimal.

“Kami dari pihak sekolah mendampingi dan membimbing prosesnya. Jika ada yang dirasa kurang pas, kami bantu rapikan agar hasilnya maksimal,” tambahnya.

Melalui kolaborasi erat—mulai dari dukungan dana orang tua kelas 9, kreativitas siswa kelas 7 dan 8, hingga bimbingan dari pihak sekolah—acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi seluruh warga sekolah.

Acara berjalan dengan tertib, lancar, dan sukses meninggalkan kesan mendalam baik bagi para siswa, guru, maupun masyarakat yang hadir.

(tatang tarmedi)

Berita Terkait

Siswa SMPN 4 Jatinangor Bawa Kunci Toilet Setiap Kelas, Cara Unik Kepsek Tanamkan Karakter dan Kebersihan
Izin Kawasan Hutan Disetujui, Pemkab Sumedang Targetkan Pembangunan Jalan Haur Papak–Surian Dimulai 2027
Bupati Dony Optimis Pada  Porprov XV 2026, Kabupaten Sumedang Tembus 10 Besar
Atasi Kendala Air, Program RJIT Kementan Sentuh Petani Ujungjaya Sumedang
BAZNAS Sumedang Luncurkan Lumbung Pangan Jagung untuk Entaskan Kemiskinan
Warga Sumedang Kehilangan Dompet Berisi Dokumen Penting dalam Perjalanan dari Semarang
Sambut Masa Pensiun, Kang Jek Siap “Edankan” Garasi Persib Sumedang di Desa Baginda
Bupati Dony Ahmad Munir: “Pancasila Jangan Cuma Dihafalkan, Tapi Dibumikan!”

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Siswa SMPN 4 Jatinangor Bawa Kunci Toilet Setiap Kelas, Cara Unik Kepsek Tanamkan Karakter dan Kebersihan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Izin Kawasan Hutan Disetujui, Pemkab Sumedang Targetkan Pembangunan Jalan Haur Papak–Surian Dimulai 2027

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bupati Dony Optimis Pada  Porprov XV 2026, Kabupaten Sumedang Tembus 10 Besar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Atasi Kendala Air, Program RJIT Kementan Sentuh Petani Ujungjaya Sumedang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59 WIB

BAZNAS Sumedang Luncurkan Lumbung Pangan Jagung untuk Entaskan Kemiskinan

Berita Terbaru